Dinilai Abai Serta Kurangnya Tanggung Jawab, Warga Patia Akan Unjuk Rasa di Depan Kantor PT.Hutama Karya
Pandeglang – bantensuara.com | Gerakan Masyarakat Peduli Patia (GMPP) secara resmi menyampaikan pemberitahuan aksi unjuk rasa kepada Kepolisian Resor Kabupaten Pandeglang. Langkah ini merupakan bentuk kekecewaan seluruh elemen masyarakat Desa Patia terhadap dampak buruk aktivitas operasional proyek PT Hutama Karya di wilayah mereka.
Dalam surat yang ditujukan kepada Kapolres Pandeglang, GMPP menegaskan hak konstitusional mereka untuk menyampaikan pendapat berdasarkan UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Aksi ini didukung lintas lapisan masyarakat, mulai dari pemuda hingga tokoh agama, yang bersatu menuntut penyelesaian masalah yang berlarut-larut dan hingga saat ini belum mendapatkan penyelesaian yang layak.
Poin utama yang menjadi dasar utama protes dan ketidakpuasan warga adalah kerusakan parah yang melanda jaringan jalan lingkungan maupun jalan umum di wilayah Kecamatan Patia. Berdasarkan pengamatan dan fakta di lapangan, kerusakan ini dinilai murni disebabkan oleh dugaan beban berat serta frekuensi lintasan kendaraan operasional milik PT Hutama Karya yang beroperasi setiap hari.
Selama berbulan-bulan lamanya, kondisi jalan yang rusak, berlubang, dan tidak terawat ini telah menimbulkan dampak nyata yang sangat merugikan kehidupan sehari-hari warga. Jalan yang rusak sangat mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat, membuat setiap pengguna jalan merasa tidak aman dan keselamatan jiwanya terancam, serta menimbulkan debu tebal yang terus-menerus beterbangan, mengganggu kenyamanan dan kesehatan lingkungan sekitar rumah warga.
Masalah ini semakin pelik dan memberatkan saat musim kemarau tiba, di mana debu menyelimuti seluruh pemukiman, maupun saat musim penghujan yang mengubah jalan menjadi berlumpur, licin, dan sulit dilalui, yang secara langsung menurunkan produktivitas dan aktivitas ekonomi warga Desa Patia.
Korlap aksi, Aris Doris, menyatakan bahwa kekecewaan terbesar adalah absennya langkah nyata dari PT Hutama Karya untuk merehabilitasi jalan tersebut. Menurutnya Sampai saat ini belum terlihat adanya langkah nyata maupun upaya serius dari pihak perusahaan untuk perbaikan jalan.
" Yang menjadi sorotan paling tajam dan sumber kekecewaan terbesar masyarakat adalah kenyataan pahit bahwa hingga saat ini belum terlihat adanya langkah nyata, komitmen, maupun upaya serius dari pihak perusahaan untuk melakukan rehabilitasi, perbaikan, atau pemeliharaan terhadap jalan-jalan yang rusak parah," ucap Aris Doris menyampaikan kepada Bantensuara.com Selasa, (12/5/2026).
Masyarakat menilai sikap dan tindakan PT Hutama Karya sangat mengabaikan kepentingan publik, seolah-olah tidak peduli dan tidak bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas umum yang jelas-jelas terjadi akibat adanya dugaan kegiatan operasional mereka sendiri. Diamnya perusahaan atas persoalan ini dianggap sebagai bentuk kelalaian yang merugikan hak-hak masyarakat sekitar.
Selain kerusakan jalan, masyarakat juga memprotes minimnya tanggung jawab sosial perusahaan. Warga menilai tidak ada transparansi maupun realisasi kompensasi sosial, serta program CSR yang tepat sasaran. Keberadaan perusahaan dinilai justru merugikan dan tidak membawa kesejahteraan bagi warga sekitar. ///Reed
Reporter : Moch Rido
Editor : Iwan Setiawan
















