PEMERINTAH  SRAGEN SIGAP ANTISIPASI MENINGKATNYA PENYEBARRAN COVID 19

PEMERINTAH  SRAGEN SIGAP ANTISIPASI MENINGKATNYA PENYEBARRAN COVID 19

Seragen - Jateng | Masyarakat perlu mewaspadai kenaikan penularan Covid-19 yang akhir-akhir ini di Kabupaten Sragen mengalami peningkatan walaupun tidak seknifikan, dalam hal ini maka pemerintah Sragen sigap dalam mengantisipasi peningkatan terjangkitnya Covid 19.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen dr. Udayanti Proborini  saat ditemui disela -sela kegiatan Pameran Bonsai Jumat (5/5/2023) mengatakan meski mengalami kenaikan namun masih dalam angka yang tidak terlalu signifikan.

"Untuk penambahan kasus Covid-19 sudah dimulai dari Lebara totalnya ada 35 kasus, adapun saat ini pasien yang dirawat ada 17, yang meninggal ada 2 pasien dan pasien meninggal karena ada penyakit penyerta, namun perlu digarisbawahi bahwa angka kesembuhan juga cukup baik  ada 19 pasien yang sudah sembuh," ungkap dr Udayanti.

Peningkatan penularan Covid-19 ini menurutnya dipengaruhi mobilitas dan interaksi masyarakat menjelang hingga setelah Lebaran karena pergerakan masyakat saat mudik lebaran beberapa waktu lalu cukup tinggi, dimana melonggarnya protokol kesehatan yang memang sudah diperkirakan sebelumnya.

“Walaupun terjadi kenaikan, hal itu masih dapat terkendali karena masyarakat telah memiliki antibodi, mayoritas masyarakat telah melakukan Vaksinasi terutama vaksinasi booster pertama," tambah dr. Udayanti.

"Meskipun saat ini sedang tidak ada  ketersediaan vaksin, kami masih menunggu dropping dari pusat, Jika ada warga yang ingin Vaksin khususnya booster dan  kami berharap masyarakat untuk bersabar dulu," pungkasnya.

Selain hal tersebut Kepala dinas kesehatan juga mengajak seluruh masyarakat Sragen agar lebih waspada dan mengantisipasi naiknya Covid-19, Ia meminta masyarakat untuk terus menerapkan dua hal penting yaitu tetap melakukan protokol kesehatan dan perilaku hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Penerapan protokol Kesehatan yang sampai saat ini dipandang penting adalah untuk tetap menggunakan masker ditempat umum guna mencegah penularannya.

“Apalagi akhir-akhir ini masyarakat banyak sekali yang memiliki gejala sakit flu, batuk, pilek dan demam dianjurkan segera memeriksakan ke dokter. Justru yang sakit kami himbau wajib menggunakan masker. Agar tidak terjadi resiko penularan," tegas Kadis Kesehatan. (@nto)

Sumber : Mira_Diskominfo