Relawan SPPG Dapur Aba Sejahtera Antusias Warnai Hari Pertama Operasional Kembali MBG
Pandeglang,Bantensuara.com– Hari pertama kembali berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah sempat ditutup sementara disambut antusias oleh para relawan dan petugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setelah hampir tiga pekan berhenti beroperasi, dapur MBG Aba Sejahtera kembali aktif dengan penuh semangat dan kebersamaan.
Sejak dini hari, para relawan telah memulai aktivitas dengan menyiapkan bahan makanan hingga proses pemorsian. Suasana dapur yang sebelumnya sepi kini kembali ramai, diwarnai canda serta kerja sama tim yang solid.
Chef Doni, anggota tim pengolahan di SPPG Pasir Gadung, dapur Aba Sejahtera, Kecamatan Patia, mengaku senang bisa kembali beraktivitas. Ia menyebut, bekerja di dapur MBG tidak hanya sekadar rutinitas, tetapi juga menghadirkan kebersamaan dan semangat baru.
“Senang, karena ada kegiatan. Kalau di rumah hanya diam, di sini ada aktivitas dan badan juga bergerak. Memang di hari pertama masih terbawa suasana setelah libur, tapi biasanya dua atau tiga hari sudah kembali normal,” ujar Doni, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan, kebersamaan dengan rekan kerja menjadi hal yang paling dirindukan selama masa libur. “Yang paling dikangenin itu kumpul sama teman-teman sambil kerja. Kalau di rumah saja rasanya bosan,” katanya.
Menurut Doni, suasana kerja yang hangat juga menjadi faktor utama yang membuat dirinya dan rekan-rekan tetap termotivasi. Selain itu, program MBG turut memberikan manfaat dari sisi ekonomi bagi para relawan.
“Banyak teman, bisa bercanda dan ngobrol. Selain itu, juga membantu dari sisi penghasilan. Teman-teman yang sebelumnya menganggur jadi punya kesempatan bekerja,” jelasnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi terhadap program MBG yang dinilai memberikan dampak luas, tidak hanya bagi penerima manfaat seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga bagi masyarakat yang terlibat sebagai relawan.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menghadirkan program MBG. Kami merasa sangat terbantu,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Sadawiah, relawan di divisi pemorsian. Ia mengaku merindukan aktivitas di dapur selama masa libur, termasuk suasana kerja yang sederhana namun penuh semangat.
“Senang setelah istirahat bisa kerja lagi. Kangen juga sama suasana dapur, termasuk suara ompreng,” ujar Sadawiah yang akrab disapa Mak Adaw.
Ia menambahkan, kembali bekerja membuat dirinya lebih bersemangat karena dapat berkumpul dengan rekan-rekan sekaligus berkontribusi bagi masyarakat.
“Bisa kumpul lagi, kerja bareng, dan suasananya seru. Itu yang bikin semangat,” katanya.
Bagi Sadawiah, keterlibatannya dalam program MBG memiliki makna lebih dari sekadar aktivitas harian. Ia merasa bahagia karena dapat berkontribusi dalam pemenuhan gizi anak-anak.
“Senang melihat anak-anak bisa kembali menerima makanan bergizi. Itu yang membuat kami ikut bahagia,” ujarnya.
Ia pun mengaku lebih memilih aktif bekerja dibandingkan hanya berdiam diri di rumah. “Kalau di rumah jenuh. Kalau kerja, selain membuat anak-anak senang, kami juga jadi lebih semangat,” tutupnya.
Dengan tingginya semangat para relawan, program MBG diharapkan dapat terus berjalan optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima utama. (Dho)
Reporter : Mc. Ridho

Zek Permana 













