BumDesa Perdana di Soal, Pengurus Saling Tuding

BumDesa Perdana di Soal, Pengurus Saling Tuding
Gambar: kandang kambing milik BUMDES perdana

Pandeglang - bantensuara.com | Kisruhnya Badan Usaha Milik Desa (BumDesa) Desa Perdana Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang, Banten, menimbulkan perrtanyaan bagi kalangan kontrol sosial. Sejumlah pertanyaan warga soal keberadaan ternak milik BumDesa, dan adanya dugaan perselisihan dalam kepengurusan BumDesa Perdana menjadi tanda tanya besar. Sehingga informasi dari warga, Bendahara BumDesa pun mengundurkan diri, dan Kades Perdana diduga hendak menjual kambing sebanyak 3 Ekor. 

Namun disayangkan, setelah berupaya beberapa kali awak media mencoba konfirmasi kebenaran informasi tersebut ke kantor Desa Perdana, Kepala Desa Perdana tidak dapat ditemui. Bahkan ketika mencoba ditemui ke kediamannya, wartawan hanya bertemu dengan istri Kades, yang menyatakan kambingnya juga telah dikembalikan, yang 2 ekor sudah dikembalikan, tapi yang 1 Ekor itu mati.

Di jumpai di kediamannya, Sekdes Perdana opik, mengaku belum pernah turun ke lapangan. Namun katanya, kambing milik BumDesa tersebut ada katanya. "Walaupun saya belum pernah lihat ke lapangan, tapi kambing tersebut ada sebetulnya, Kades juga pernah menyampaikan kalau mau melihat kambing, silahkan kita lihat, kata pak kades," ungkap Sekdes, Rabu (13/05/2026). 

Sementara, lanjut Sekdes, jumlah kambing itu ada 10 Ekor dari dana anggaran tahun 2025. Kebetulan kan dulu kambing tersebut diurus oleh Bendahara, karena Bendahara mengundurkan diri, sekarang di alihkan lokasinya kalau tidak salah di alihkan ke Kampung Rancalukuk. "Untuk lebih jelasnya lagi silahkan konfirmasi kepada Ketua Bumdes Asmadi. Sementara, soal Randis kata Sekdes Randis roda dua inventaris desa ada, memang sempet ramai kemarin, tapi yang Scoopy kemarin sempet di bawa ke desa, yang satu lagi Honda CB juga ada," tambahnya. 

Ditemui terpisah, Ketua BumDesa Desa Perdana, Asmadi mengatakan, kambing milik BumDesa itu ada 20 Ekor, dan kaitan informasi Kades menjual kambing, itu tidak benar katanya, Itu tidak nyambung yang jelas saya yang menukarkan dari badot ke Kambing Reneuh (Hamil-Red) Karena saya menilai tidak akan berkembang kalau kambing badot, itu salah kaprah kalau ada informasi di jual oleh Kades, karena ini kewenangan saya.

Sementara, masih kata Asmadi, yang mengurusi kambing milik BumDesa tersebut ada 2 orang, RW Ukhrodi dan Agus lokasinya di Kampung Babakan Kaweni dan di Kampung Suka Seneng, "Silahkan itu hak dari media kontrol untuk mengecek itu, cuma faktanya informasi dari narasunber itu tidak benar," kata Asmadi.

Lebih lanjut Ketua BumDesa menuturkan, sebenarnya hal ini aib, cuma sekalipun ini aib ini harus saya sampaikan karena saya ditanya. Hanya saja ketika saya berbicara aib cukup tiga orang saja yang tahu, bukan saya menutupi kebokbrokan kepengurusan, bukan menutupi kebokbrokan pengurus pengurus ternak, apapun bentuknya, ibarat ikan yang busuk itu bukan ekornya tapi kepalanya. "Tapi untuk penyelamatan BumDesa Perdana yang dulu terbaik di puji puji karena selalu update dari ternak kambing dan segala galanya, hanya saja pengurusnya adalah manusia," katanya.

Begini ceritanya, kata Asmadi, saya itu beli kambing karena saya pengen BumDesa berkembang, saya beli kambing yang sedang beranak semua, ada yang seminggu melahirkan ada sepuluh hari berikutnya melahirkan. Cuma kambing itu anaknya mati semua sebanyak 21 dan sekarang sisa 3. Terus bibitnya ada yang mati, ada yang di sembelih, itu bener itu. Nah yang kemarin itu di depan rumah lurah, itu tidak sempet di sembelih.

Nah setelah itu, masih kata Asmadi, Bendahara BumDesa mengundurkan diri, dan setelah mengundurkan diri, kambing itu dijual 2 ekor oleh Agus adiknya Bendahara. Kepingin saya silahkan mengundurkan diri tapi jangan menghilangkan aset BumDesa. Kata Asmadi, dirinya sempet terfikir melaporkan hal ini ke polisi, tapi tidak jadi. "Kemudian saya memaksa Kades mendatangi agus, katanya alesannya ini mah bagian saya kata Agus. Jadi kalau ada rumor di jual 3 sama Kades itu bohong," Jelas Asmadi. 

Akhirnya, sambungnya, kambing tersebut di angkut semua. Sama halnya dengan kambing di RW Ukhrodi yang tidak ada satupun kambingnya. Menurut pengakuan RW Ukhrodi, kambingnya di ambil oleh Guru Oni dan Agus dan katanya di titipkan di Sukaresmi. "Sekarang numpuk di titipkan di RT Nandang, silahkan kros cek ke kandang nanti sama saya juga bisa, nanti rencananya kandang di pindah ke Kampung Jayasakti di kumpulkan di satu tempat. Intinya, BumDesa Tahun anggaran 2025 itu lari ke ketapang semua," tuturnya.

Di hubungi melalui telephone selularnya, mantan Bendahara BumDesa Desa Perdana Oni mengatakan, menurut adik saya, kambing BumDesa itu bukan dijual, melainkan itu di tukar dengan kambing laki laki, dan kambingnya pun ada. Kenapa di tukar, karena yang kambing laki lakinya di jual oleh Ketua BumDesa sebanyak 1 ekor. 

"Di kandang adik saya awalnya ada 10 Ekor, karena mati mati dan beranak dan mati lagi mati lagi, akhirnya kata adek saya capek ngurus setahun tanpa hasil, kalau nanya sisa kamning berapa, itu harus nanya adik saya," Jelas Oni. 

Sementara itu, Agus yang mengurus ternak BumDesa menampik tuduhan Ketua BumDesa yang menyebutnya menjual kambing BumDesa sebanyak 2 Ekor. Agus mengatakan, yang ada dirinya menukar kambing tersebut. "Karena kambing yang laki lakinya di jual oleh Ketua BumDesa jenis badot 1 ekor," jawab Agus.

Selain itu juga kata Agus, Ketua BumDesa menjual Bebek 200 Ekor, dan Ikan 60 Kilo yang di jual dan hasilnya dinikmati oleh pribadinya. "Dan hasil Tukar tambah kambing pun, saya berbagi ngasih Kepala Desa 3 Ratus Ribu, saya dan orang tua saya sebagai upah karena selama setahun tidak mendapatkan hasil. " Akhirnya sekarang kambing tersebut di ambil semua oleh Kepala Desa sebanyak 14 Ekor dari awalnya 20 Ekor dipindah ke kandang Ketapang," paparnya.

"Setahu saya, kambing BunDesa tersebut beli di Tasik di Besannya Ketua BumDesa, anggarannya kalau tidak salah 22 Jutaan harga per ekornya 2,5 Juta. Tapi ketika saya menanyakan ke Besannya, itu harganya hanya 1,9 Juta per Ekor di kali pembeliannya 22 Ekor harusnya, tapi yang datang hanya 20 Ekor," pungkasnya. /// Reed.