1 Tahun 4 Bulan MBG Berjalan, SDN 2 Majau Saketi Tak Kebagian: Anak Terisolir, Negara di Mana
Pandeglang — bantensuara.com - Ironi program Makan Bergizi Gratis (MBG) terpotret telanjang di Kampung Bojong Mangga, Desa Majau, Kecamatan Saketi. Saat jutaan anak Indonesia sudah menikmati program prioritas Presiden Prabowo, SDN 2 Majau hingga hari ini, Sabtu 9 Mei 2026, belum pernah tersentuh MBG sama sekali.
Padahal program ini sudah berjalan 1 tahun 4 bulan. Sasarannya jelas: anak PAUD hingga SLTA, ibu hamil, dan balita. Tapi 67 siswa dan 11 guru di SDN 2 Majau seolah tidak masuk hitungan.
Letak SDN 2 Majau memang tidak mudah. Terisolir dari pusat Desa Majau. Dari dapur SPPG terdekat di Kecamatan Saketi, jarak tempuhnya sekitar 7 KM. Medannya berat: jalan rusak parah di beberapa titik, nyaris tak bisa dilewati saat musim hujan.
Maman, salah satu guru di SDN 2 Majau, bicara getir. “Apakah karena situasi dan kondisi yang kami alami, terus program prioritas Presiden Prabowo ini kami yang juga secara regulasi adalah penerima manfaat, harus menerima kenyataan saja?” ujarnya.
Maman mengungkap, pihak SPPI Kecamatan Saketi sebenarnya sudah pernah mendata sekolah mereka untuk program MBG. “Tapi itu tadi, realisasinya sampai saat ini belum ada,” katanya.
Padahal harapannya besar. Dengan 67 siswa dan 11 guru, MBG bukan sekadar makan siang gratis. Bagi anak Bojong Mangga, itu bisa jadi asupan gizi utama. Di kampung yang sama, kata Maman, ada juga PAUD yang senasib: belum pernah dapat MBG.
Temuan ini menampar wajah Satgas MBG Kecamatan Saketi dan Kabupaten Pandeglang. Mandat Presiden jelas: tidak boleh ada anak tertinggal. Jika alasan medan berat, solusinya bukan membiarkan. BGN punya skema distribusi khusus untuk wilayah 3T dan terisolir. Anggarannya ada.
Ketua DPC Badak Banten Perjuangan Kabupaten Pandeglang, Cecep Saeful Bahri, yang dimintai tanggapan terpisah menyebut ini bukti lemahnya pemetaan lapangan. “Kalau 1 tahun 4 bulan masih ada sekolah yang nol MBG, artinya Satgas kerja di atas meja. Turun dong ke Bojong Mangga. Lihat anak-anak di sana. Mereka juga warga negara,” tegas Cecep.
1. *Satgas MBG Kecamatan Saketi*: Jelaskan kenapa SDN 2 Majau tidak masuk distribusi. Mana hasil pemetaan 3T?
2. *BGN Pusat*: Audit cakupan MBG Pandeglang. Buka data sekolah yang belum terlayani se-Kabupaten.
3. *Dindikpora Pandeglang*: Koordinasi darurat. Tidak boleh ada anak diskriminasi gizi karena alamat.
4. *Bupati Pandeglang* Gunakan diskresi APBD untuk kirim MBG mandiri ke SDN 2 Majau sambil tunggu SPPG.
“Anak Bojong Mangga juga anak Indonesia. Mereka berhak makan bergizi, bukan cuma nonton berita MBG dari kejauhan. Negara tidak boleh kalah sama jalan rusak,” tutup Maman.
Hingga berita ini diturunkan, Satgas MBG Kecamatan Saketi, Dindikpora Pandeglang, dan BGN belum dimintai keterangan resmi soal belum terlayaninya SDN 2 Majau. Bantensuara.com akan terus menelusuri informasi lebih lanjut dan membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait demi menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan. ///(Wan)
















