Program KETAPANG Ratusan Juta Di Saketi Gagal, Lahan Dipenuhi Rumput Liar
PANDEGLANG – bantensuara.com | Program Ketahanan Pangan (KETAPANG) tahap 2 tahun 2025 berupa penanaman bawang merah bernilai ratusan juta rupiah yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Majau, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, kini tinggal kenangan. Lahan persawahan di Cimeruh yang digadang-gadang memiliki nilai ekonomi tinggi, saat ini justru terbengkalai dan dipenuhi rumput liar yang tumbuh lebat.
Dikutip pada Senin (04/05/2026), kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Tidak terlihat satu pun tanaman bawang merah yang tumbuh subur sebagaimana mestinya. Area seluas itu kini hanya menyisakan semak belukar, seolah tak pernah ada program bernilai besar yang pernah digulirkan di sana.
Menanggapi hal tersebut, Direktur BUMDES Majau, Farid, membantah adanya kesalahan dalam perencanaan teknis. Ia mengklaim pihaknya telah melakukan kajian mendalam sebelum meluncurkan program tersebut.
"Sebelumnya kita sudah mengkaji dan melakukan observasi untuk persiapan pelaksanaan program tersebut," ujar Farid melalui pesan singkat.
Terkait kegagalan yang terjadi, Farid membebankan penyebab utama pada faktor alam. Menurutnya, cuaca ekstrem disertai curah hujan yang sangat tinggi menjadi alasan utama mengapa tanaman tidak dapat bertahan hidup hingga panen.
"Kami sudah melaksanakan sesuai rencana, namun kondisi cuaca yang sangat ekstrem dan curah hujan tinggi menjadi penyebabnya. Saat ini kami sedang melakukan rehabilitasi," paparnya.
Di sisi lain, Adi, tim teknis lapangan bidang pertanian saat dikonfirmasi mengaku saat ini tengah berupaya melakukan perbaikan lahan. Ia menyebut upaya penanaman lanjutan akan dilakukan menggunakan biaya mandiri, meski hingga saat ini belum terlihat hasil yang nyata.
"Iya betul saya tim teknis lapangan. Terkait itu silahkan mau menilai apa, yang jelas sampai saat ini saya masih berupaya menjalankan untuk penanaman selanjutnya dengan biaya mandiri," tandasnya.
Sementara itu, Camat Kecamatan Saketi, Endin Haerudin, yang baru menjabat, menanggapi informasi ini dengan menyatakan akan segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
"Terimakasih atas informasinya. Karena saya baru di sini, saya akan mencoba meninjau. Soalnya saya juga belum tahu lokasi tersebut," ujarnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat menanti kejelasan apakah program yang menyerap anggaran besar ini benar-benar akan direalisasikan kembali atau hanya akan menjadi catatan kegagalan belaka.
Bantensuara.com akan terus menelusuri informasi lebih lanjut dan membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait demi menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan. ///(Wan)
















