Komunitas Pandeglang Hitam Tuntut Camat Saketi Mundur, Tolak Penunjukan Plt PD PBM

Komunitas Pandeglang Hitam Tuntut Camat Saketi Mundur, Tolak Penunjukan Plt PD PBM

Pandeglang, Bantensuara.com – Penunjukan Camat Saketi, Muhadi, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perusahaan Daerah Pengelolaan Bank Sampah (PD PBM) oleh Bupati Pandeglang, menjadi sorotan publik. Keputusan tersebut bahkan memicu penolakan keras dari sekelompok warga yang menamakan diri Komunitas Pandeglang Hitam.

Dalam selebaran yang beredar pada Jumat (26/9/2025), komunitas tersebut menyerukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kecamatan Saketi, Pandeglang. Mereka menuntut agar Muhadi segera mundur dari jabatannya sebagai Camat Saketi sekaligus menolak pelimpahan tugas sebagai pimpinan PD PBM.

Sebelumnya, Bupati Pandeglang telah mencopot pejabat PD PBM dan UPT Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol. Pencopotan dilakukan lantaran dinilai gagal dalam menangani permasalahan sampah yang menumpuk di wilayah Bangkonol, sehingga menimbulkan keresahan masyarakat.

Untuk mengisi kekosongan jabatan, Bupati kemudian menunjuk Muhadi yang saat ini masih menjabat Camat Saketi. Namun, kebijakan itu dianggap tidak tepat oleh sebagian pihak karena dinilai hanya menambah beban birokrasi.

Komunitas Pandeglang Hitam menilai penunjukan Muhadi menunjukkan lemahnya manajemen kepemimpinan Pemkab Pandeglang dalam menyelesaikan persoalan krusial terkait sampah. Menurut mereka, jabatan Camat seharusnya difokuskan untuk pelayanan masyarakat, bukan justru dirangkap dengan beban berat mengurus PD PBM yang sedang dalam kondisi bermasalah.

“Camat Saketi harus mundur, jangan jadikan jabatan sebagai alat eksperimen politik dalam mengelola persoalan publik. Sampah Bangkonol adalah masalah serius, bukan ajang coba-coba,” bunyi seruan dalam selebaran tersebut.

Selain itu, Pandeglang Hitam menuding Pemkab Pandeglang tidak serius mencari solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah. Mereka menegaskan bahwa solusi penanganan TPA Bangkonol bukan sekadar mengganti pejabat, tetapi membutuhkan langkah konkret, anggaran memadai, serta keterlibatan ahli di bidang persampahan.

Aksi unjuk rasa yang dijadwalkan Jumat siang diperkirakan akan diikuti puluhan hingga ratusan massa. Mereka berencana menyampaikan aspirasi langsung di kantor Kecamatan Saketi, sebagai bentuk penolakan terhadap Muhadi.

Komunitas Pandeglang Hitam juga mengancam akan melanjutkan aksi ke Kantor Bupati Pandeglang bila tuntutan mereka tidak digubris.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kecamatan Saketi maupun Pemerintah Kabupaten Pandeglang belum memberikan keterangan resmi. Namun, seorang pejabat di lingkungan Pemkab Pandeglang yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa penunjukan Muhadi dilakukan demi mempercepat proses perbaikan manajemen PD PBM.

“Bupati menunjuk Muhadi karena dinilai memiliki pengalaman manajerial dan pemahaman birokrasi. Ini langkah sementara sambil menyiapkan pejabat definitif,” ujarnya.

Sementara itu, aparat kepolisian dari Polsek Saketi dan Polres Pandeglang dikabarkan telah menyiapkan pengamanan untuk mengantisipasi jalannya aksi unjuk rasa agar tetap berlangsung tertib dan kondusif.

Situasi ini menambah panjang daftar polemik penanganan sampah di Pandeglang, khususnya di TPA Bangkonol. Publik kini menunggu apakah Bupati Pandeglang akan bertahan dengan keputusannya atau mempertimbangkan kembali desakan mundur yang muncul dari masyarakat melalui Komunitas Pandeglang Hitam. (Mas/Red).