BAN PAUD PNF Provinsi Banten Laksanakan Visit dan Penilaian PKBM Maritim Labuan 

BAN PAUD PNF Provinsi Banten Laksanakan Visit dan Penilaian PKBM Maritim Labuan 

Pandeglang - Banten | Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (BAN PAUD PNF) Provinsi Banten laksanakan Visit dan Penilaian di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Maritim, Minggu (12/11/2023). Kegiatan itu untuk melakukan akreditasi terhadap lembaga pendidikan yang difokuskan terhadap PKBM atau pendidikan nonformal di Kabupaten Pandeglang. 

Akreditasi dilakukan untuk memastikan bahwa lembaga pendidikan tersebut memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan oleh BAN PAUD PNF. Penyelenggaraan itu dihadiri oleh Penilik pendidikan tingkat kecamatan Labuan dan aparatur desa setempat termasuk Komite serta para tutor dan 50 lebih peserta didik PKBM Maritim.

"Kami di PKBM Maritim mendapatkan bimbingan dan Konseling atau divisit oleh tim Asesor BAN Paud dan PNF Provinsi Banten, yakni Ibu Dra.  Hj. Enok Djubaedah, MM., dan Ibu Yani Rohayani, SE., M.Ak., dengan adanya kegiatan ini diharapkan kualitas pendidikan di lembaga PKBM Maritim dapat ditingkatkan dan memberikan manfaat yang lebih baik bagi peserta didik dan masyarakat secara keseluruhan," ucap Asep Saeful Milah, S.AP., M.Pd., Ketua PKBM Maritim kepada bantensuara.com, (12/11).

Menurut Asep, bahwa akreditasi itu jelas manfa'atnya untuk mengukur sejauh mana performa lembaga dilihat dari kurikulumnya, kegiatan belajarnya, dilihat juga dari sarana prasarana, apakah sudah terpenuhi sesuai standar pendidikan nasional atau belum.

"Selain itu, jika sudah terakreditasi, benepitnya adalah bahwa ijazah bisa ditandatangani secara mandiri, juga kedepannya bisa mendapatkan akses layanan dari pusat itu mudah, akses rujukan kegiatan oleh pemerintah kepada lembaga yang lain dan banyak sekali manfaatnya," kata Asep.

Asep juga menerangkan, pihak Asesor dari BAN PAUD PNF Provinsi Banten menitip beratkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kurikulum, pemenuhan Delapan standar administrasi sebagai prasyarat untuk dapat divisit tim Asesor. 

"Adapun pada saat visitasi itu yang menjadi pelajaran buat kita adalah bagai mana caranya supaya menempatkan lulusan dari sekolah kita kepada perusahaan, dimagangkan dimana, keterlibatkan masyarakat dengan sekolah itu sejauh mana, tentunya yang ditunjang dengan bukti bukti surat perjanjian kerja sama dengan pihak media atau pihak perusahaan, bisa juga dengan instansi lain," terang Asep.

"Memang harus banyak bermitra dengan pihak lain yang dapat menunjang kegiatan peserta didik, lanjut Asep, misalkan kegiatan siswa di luar sekolah, contohnya ke setiap Pasar bagi bidang Ekonomi, bidang seni budaya bermitra dengan para komunitas seni, diantaranya sanggar seni, komunitas batik atau sanggar seni tari. termasuk kegiatan Ekstrakurikuler di luar jam belajar kurikulum standar yang harus digiatkan juga," paparnya (Rhad/Irf)