Mahasiswa KKM 31 Temui Tokoh Masyarakat Kampung Lame Luhur: Menyelami Nilai Sosial dan Budaya Lokal

Mahasiswa KKM 31 Temui Tokoh Masyarakat Kampung Lame Luhur: Menyelami Nilai Sosial dan Budaya Lokal

Pandeglang — Dalam rangka pelaksanaan program kerja bidang sosial budaya, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 31 Universitas Bina Bangsa melakukan observasi langsung ke Kampung Lame Luhur, Desa Karya Utama, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 17 Juli 2025 pukul 11.00 WIB, dan difokuskan pada interaksi dengan tokoh masyarakat setempat, Ust. A Sururi S.Pd, sebagai figur sentral dalam kehidupan sosial warga.

Dalam wawancara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban, mahasiswa KKM menggali informasi seputar kebiasaan warga Kampung Lame Luhur, mulai dari pola interaksi sosial, kegiatan keagamaan, hingga tradisi gotong royong yang masih dijaga hingga kini.

“Di sini, masyarakat masih menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Kalau ada hajatan, musibah, atau kegiatan desa, warga saling bantu tanpa diminta,” ujarnya.

Warga Kampung Lame Luhur dikenal memiliki solidaritas tinggi, terutama dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Majelis taklim, pengajian rutin, serta kerja bakti lingkungan menjadi bagian dari rutinitas yang memperkuat ikatan antarwarga.

Selain nilai sosial, budaya lokal juga tercermin dalam cara masyarakat berkomunikasi, berpakaian, dan menyelenggarakan acara adat. Meskipun modernisasi mulai merambah, warga tetap mempertahankan tradisi seperti ngaliwet bersama, mapag tahun baru Islam, dan pengajian keliling.

“Kami percaya bahwa budaya itu bukan sekadar warisan, tapi cara hidup. Kalau hilang, kita kehilangan jati diri,” tambahnya

Observasi ini bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat desa menjalankan kehidupan sosialnya, serta bagaimana nilai-nilai budaya lokal tetap dipertahankan di tengah perubahan zaman. Mahasiswa mencatat bahwa interaksi langsung dengan tokoh masyarakat memberikan perspektif yang lebih dalam dibandingkan studi literatur semata.

Kegiatan observasi sosial budaya di Kampung Lame Luhur membuka wawasan baru tentang pentingnya menjaga nilai-nilai lokal dalam kehidupan bermasyarakat. Tokoh seperti Ust. A Sururi, menjadi penjaga tradisi sekaligus penggerak sosial yang mampu menjembatani generasi muda dengan akar budaya mereka.

Dengan semangat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, diharapkan nilai-nilai sosial dan budaya lokal dapat terus hidup dan berkembang, menjadi fondasi kuat bagi pembangunan desa yang berkelanjutan. (Red).