Hilangnya Obat dalam Jumlah Besar di RSUD Aulia, GARMI Duga Keterlibatan Oknum Internal

Hilangnya Obat dalam Jumlah Besar di RSUD Aulia, GARMI Duga Keterlibatan Oknum Internal
Gambar: Aktivis GARMI Saat Audisi Bersama Pihak Management RS Aulia

Pandeglang – bantensuara.com | Kasus hilangnya berbagai jenis obat-obatan medis dalam jumlah cukup besar di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aulia, Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang, yang terjadi pada April 2026 lalu, kini menimbulkan spekulasi baru dari Gerakan Aksi Reformasi Indonesia (GARMI). Hal ini menyusul audiensi yang digelar di rumah sakit tersebut pada Rabu, 10 Juni 2026, yang dinilai tidak memberikan kesimpulan maupun jawaban memuaskan terkait peristiwa tersebut.

‎Rama, salah satu perwakilan GARMI yang hadir dalam pertemuan itu, menyatakan bahwa hingga sesi audiensi berakhir, belum ada titik terang atau hasil nyata yang dapat disimpulkan mengenai kasus kehilangan obat-obatan tersebut.

‎"Hasil audiensi kemarin bisa dikatakan mengambang. Hingga akhir pertemuan, kami tidak menemukan titik temu maupun kejelasan yang memuaskan," ujar Rama saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon. Jum'at, (12/6/2026).

‎Menurut Rama, pihaknya menduga kuat kejadian ini melibatkan oknum internal di lingkungan RSUD Aulia. Indikasi ini menguat lantaran pihak manajemen rumah sakit yang hadir dalam audiensi dinilai memberikan jawaban yang berputar-putar dan beragam alasan, salah satunya yang dianggap tidak masuk akal, yaitu alasan "lupa menaruh" terkait obat-obatan yang hilang itu.

‎"Dugaan kami, ada oknum yang bermain di dalamnya. Itu terlihat dari cara pihak rumah sakit menjawab pertanyaan kami saat audiensi. Alasannya ke sana-ke mari, salah satunya bahkan menyebutkan obat hilang karena 'lupa menaruh'. Ini hal yang sulit kami terima mengingat jumlah dan jenis obat yang hilang cukup banyak," tambahnya.

‎Oleh karena belum adanya kejelasan, GARMI berencana akan kembali melakukan audiensi, kali ini di tingkat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang. Sambil menunggu jadwal pertemuan tersebut, pihaknya sedang mendalami data dan informasi lebih lanjut terkait kasus ini.

‎"Kami berencana melakukan audiensi kembali di DPRD. Untuk saat ini, kami masih melakukan kajian dan pengumpulan data lebih lanjut guna memperkuat posisi kami," tegas Rama.

‎Sementara itu, Ade, Kepala Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kecamatan Menes, membenarkan adanya kegiatan audiensi tersebut sekaligus memastikan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan resmi terkait kehilangan obat-obatan di RSUD Aulia. Ia menjelaskan, penanganan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan pendalaman fakta.

‎"Betul, kemarin memang ada audiensi. Terkait perkara hilangnya obat-obatan itu, saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami masih mendalami kasus ini, termasuk melakukan permintaan keterangan kepada sejumlah saksi guna mengungkap fakta sebenarnya," ujar Ade secara singkat.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak manajemen RSUD Aulia maupun kepolisian terkait hasil rinci penyelidikan maupun nilai kerugian yang dialami akibat hilangnya obat-obatan tersebut. ‎Bantensuara.com masih membuka ruang hak jawab pada pihak terkait guna kelengkapan serta keberimbangan dalam pemberitaan. /// Red.

Redaksi: Bantensuara.com