Momen HUT Pandeglang ke 152, Pemkab Pandeglang Gelar KB Gratis
Pandeglang, Bantensuara.com--Momentum HUT Pandeglang yang ke 152 tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, menggelar berngai kegiatan, salah satunya kegiatan KB gratis, senam lansia dan ziarah ke makam pahlawan serta upacra peringatan Hari Jadi.
Pemkab Pandeglang terus berupaya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, salah satunya melalui kegiatan Keluarga Berencana (KB) gratis sebagai langkah pengendalian pertumbuhan penduduk.

Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani mengatakan, program KB gratis menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, pertumbuhan penduduk yang terkendali dapat mengurangi berbagai potensi permasalahan sosial dan ekonomi di masyarakat.
“Melalui kegiatan KB gratis ini, pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan pengendalian pertumbuhan penduduk, diharapkan berbagai kendala dapat diminimalisir,” ungkapnya, Rabu 1 April 2026.

Bupati Pandeglang saat meninjau pelayanan KB
Selain itu, ia menyampaikan bahwa program Keluarga Berencana diharapkan mampu mendorong terciptanya keluarga yang lebih siap dan berkualitas. Perencanaan yang matang dalam membangun keluarga menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang sehat dan sejahtera.
“Semoga dengan persiapan yang matang, program keluarga berencana ini dapat dijalankan dan dirawat dengan baik oleh masyarakat,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Bupati Dewi menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya dimulai dari sektor besar, tetapi juga dari lingkup terkecil, yakni keluarga. Keluarga yang kuat dan harmonis menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Pandeglang yang maju, sejahtera, dan bermartabat.
“Kita bersama membangun Pandeglang dimulai dari hal kecil, di antaranya keluarga. Jika keluarga kuat, maka daerah pun akan semakin maju,” tutupnya.

Bupati Pandeglang saat memberikan arahan dan pemaparan
Sementara, Kepala Bidang Keluarga Berencana (KB) Imas Ratnasari mengatakan, target sasaran dalam kegiatan tersebut sebanyak 152 akseptor.
“Jumlah tersebut terbagi menjadi dua kategori, yaitu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan Non-MKJP, yang tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Pandeglang sebanyak 86 akseptor dan Kecamatan Majasari sebanyak 66 akseptor,” jelasnya. ADVENTORIAL).

Zek Permana 














