Terkait Video yang Beredar, Oknum Pejabat Dinas di Pandeglang Mengaku Dirugikan
Pandeglang, Bantensuara.com – Beredarnya video pribadi yang diduga melibatkan seorang oknum pejabat di lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang menjadi perhatian publik. Dalam peristiwa ini, yang bersangkutan menyatakan dirinya sebagai pihak yang merasa dirugikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, video yang beredar memperlihatkan seorang pria yang diduga merupakan oknum pejabat tersebut dalam kondisi memperlihatkan bagian tubuh sensitif. Video itu beredar dalam beberapa potongan di tengah masyarakat.
Seorang perempuan bernama Bella yang mengaku sebagai penerima video menyampaikan bahwa dirinya menerima kiriman video tersebut melalui aplikasi WhatsApp sebanyak tiga kali pada bulan Maret lalu.
“Video itu dikirim ke saya sampai tiga kali lewat WhatsApp pada bulan Maret,” ujarnya, Minggu (19/04/2026).
Ia mengaku kiriman video tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman.
Sementara itu, oknum pejabat yang dikaitkan dengan video tersebut memberikan klarifikasi. Ia menyampaikan bahwa saat ini menjabat sebagai kepala bidang di Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang, serta menyatakan dirinya merasa menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Menurut keterangannya, komunikasi awal terjadi dengan seseorang yang mengaku bernama Bella dengan dalih menawarkan investasi. Ia menyebut komunikasi tersebut kemudian berkembang ke ranah pribadi hingga dirinya mengaku mengalami kerugian materi.
“Saya berkomunikasi dengan yang mengaku bernama Bella dengan alasan investasi. Dalam prosesnya, saya merasa dirugikan hingga ratusan juta rupiah,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa video yang beredar merupakan konten pribadi yang dikirimkan atas permintaan pihak tersebut dan tidak dimaksudkan untuk disebarluaskan. Ia mengaku tidak pernah bertemu secara langsung dengan pihak yang bersangkutan.
“Saya tidak pernah bertemu langsung. Dalam komunikasi tersebut saya merasa terperdaya,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut memberikan dampak besar terhadap kondisi pribadinya.
“Dengan kejadian ini, saya merasa hancur, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan saya sehari-hari,” ungkapnya.
Ia juga mengaku merasa menjadi korban dugaan pemerasan. Menurut keterangannya, sebelum video tersebut beredar, dirinya sempat dimintai sejumlah uang.
“Saya sempat dimintai uang sekitar Rp50 juta. Namun saya tidak mampu memenuhinya karena uang saya sudah habis. Setelah itu, video tersebut kemudian beredar,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa dugaan tersebut telah menjadi bagian dari laporan yang dikoordinasikan dengan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Banten guna penanganan lebih lanjut.
Ia menambahkan, peristiwa ini turut berdampak pada nama baiknya di lingkungan keluarga maupun kedinasan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang terkait peristiwa tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh informasi yang berimbang.
Peristiwa ini diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh pihak berwenang untuk memastikan fakta yang sebenarnya serta memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.(Red)
Reporter & Editor: A. Rozak

Zek Permana 













