Tanggapan Ketua P3RI Tentang Pemberitaan SIKM Porang Panimbang
Pandeglang - Banten | Ketua Umum Perkumpulan Pembudidaya Porang, Pangan dan Rempah Indonesia (P3RI) Lufi Irawan, berterima kasih kepada pemerintah Pusat dalam hal ini adalah Kementrian Perindustrian (Kemeperin) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Pandeglang - Banten atas dibangunya Sentra Industri Kecil dan Menegah (SIKM) Umbi Porang di Kecamatan Panimbang guna meningkatakan pendapatan Masyarakat Pandeglang.
Lufi menjelaskan bahwa benar dirinya telah ditunjuk sebagai salahsatu Pendamping Budidaya Porang oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKMPP) kabupaten Pandeglang yang kerjanya membina para pelaku Industeri Kecil dan Menengah (IKM) umbi Porang sebanyak 20 IKM agar sesuai dengan Indo-GAP.
"IKM itu bukan petani perorangan, tapi lebih ke pelaku Hulu ke Hilir yang membawahi beberapa petani, jadi yang menjadi ketua kelompoknya itu adalah pelaku IKM tersebut, contoh di kecamatan Bojong ada kurang lebih 100 orang petani porang, dan kita bentuk 2 IKM di kecamatan itu, begitupun di kecamatan lainya sama seperti itu," jelas Lufi.
"Apa yang pernah dikatakan Kepala dinas KUKMPP Pandeglang, kata Lufi, yang katanya bahwa IKM adalah petani, itu kurang tepat, karena mereka adalah gabungan petani porang yang membuat sebuah industri kecil menengah, rata rata mereka sudah lama menggeluti industri umbi porang sekala rumahan atau IKM," katanya.
Lufi juga menuturkan bahwa Pendamping diberi honor selama 6 bulan guna membina 20 kelompok IKM tersebut, di asosiasi ada 4 orang yang ditunjuk sebagai pendamping Kelompok IKM, jadi 1 orang pendamping bertugas mendampingi 5 kelompok IKM, mulai dari bulan 3 sampai dengan bulan 9, perlu diketahui, bahwa pendamping hanya diberi honor untuk 4 orang selama 6 bulan, sesudah itu 20 kelompok IKM tersebut dibina oleh dinas KUKMPP, mereka dilatih beberapa kali dalam pelatihan standar budidaya, standar produksi dan standar keamanan Pangan.
"Kami kelompok IKM mengeluarkan modal sendiri, dari mulai pembelian benih, pengeolahan lahan, Mulsa, Pupuk sampai pengurusan Indo-GAP dan lainnya, itu menggunakan uang dari kantong para pelaku IKM sendiri. Karena kami ingin SIKM porang berjalan, yang nantinya menjadi kebanggaan masyarakat pandeglang," ungkap Ketua P3RI.

Terdengar dana non fisik cukup besar yang dikembalikan kepada kas Negara, diketahui beberapa kegiatan sudah dilakasanakan oleh Dinas KUKMPP, diantaranya pendampingan IKM selama 6 bulan, pelatihan untuk para IKM kurang lebih 4 kali, termasuk pengurusan ISOO 22000 dan HACCP, serta pembelian bahan untuk test Mesin.
"Semua kegiatan dilaksanakan oleh Dinas KUKMPP, masalah anggarannya kami tidak tahu menau, untuk IKM yang menuntut janji Pak Kadis menurut saya wajar, karena selama ini 20 kelompok IKM lah yang mengawal semua kegiatan, SIKM didirikan di pandeglang karena adanya Kelompok IKM porang," tandas Lufi.
Terpisah dikatakan Rachman Chaerul Farid, salah satu Kelompok IKM kecamatan Pagelaran mebenarkan bahwa mereka mendapat pendampingan budidaya dari Asosiasi P3RI selama 6 bulan, dan ia juga membenarkan telah melaksanakan pelatihan sebanyak 4 kali, yang 1 kali di rumah bibit, 1 kali di hotel rizki pandeglang, 1 kali di hotel wira carita dan di SIKM porang panimbang.
"Pelatihan yang kami laksanakan itu tentang operator mesin industri, dan selama pelatihan di SIKM kami tidak di beri apaapun, boro boro uang makan minum pun tidak, kalau kata pak Kadis kami hanya sebagai petani, masa iya kami dilatih dari mulai standar pengolahan, standar keamanan pangan dan operator mesin pengolahan yang ada di SIKM, jelas kami mempertanyakan tentang tindak lanjut pengelolaan di SIKM porang panimbang tersebut," tuntut Rachman kepada pihak Pemda Pandeglang. (@an)
















