Distribusi MBG SPPG Surianeun Gunakan Kantong Kresek, GMP Nilai Abaikan Standar Higienitas

Distribusi MBG SPPG Surianeun Gunakan Kantong Kresek, GMP Nilai Abaikan Standar Higienitas
Gambar : Tampak Menu MBG disatukan Dalam kantong Kresek

PANDEGLANG, BANTENSUARA.COM – Pelaksanaan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Surianeun, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, menuai kritik tajam dari Aktivis Generasi Muda Pandeglang (GMP).

Pasalnya, berdasarkan pantauan di lapangan, paket makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat dikemas menggunakan kantong kresek. Dalam satu kantong tersebut, terlihat nasi, satu buah pisang, tahu, dan telur dicampur menjadi satu tanpa pemisah yang layak.

Aktivis GMP,  Roni B menilai, kondisi ini menunjukkan lemahnya pengawasan serta tidak diperhatikannya standar dasar dalam penyajian makanan, khususnya terkait higienitas dan keamanan pangan.

“Ini program negara yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Sangat disayangkan jika distribusinya justru menggunakan kantong kresek dan makanan dicampur tanpa pemisah. Ini bukan hanya soal estetika, tapi soal kelayakan konsumsi,” tegas perwakilan GMP. 21/04/2026.

Menurutnya, penggunaan kantong kresek sebagai wadah makanan siap konsumsi berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, terlebih jika tidak memenuhi standar food grade. Selain itu, pencampuran lauk dan buah dalam satu kemasan dinilai dapat mempengaruhi kualitas makanan serta berpotensi menyebabkan kontaminasi.

GMP juga mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan oleh pihak pengelola SPPG Surianeun. Mereka menilai, jika hal mendasar seperti kemasan saja diabaikan, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi program tersebut.

“Jangan sampai program yang tujuannya meningkatkan gizi justru menimbulkan persoalan baru. Ini harus jadi perhatian serius, baik bagi pelaksana di lapangan maupun instansi terkait,” lanjutnya.

GMP mendesak adanya pengawasan ketat dari pihak berwenang serta transparansi dalam pelaksanaan program MBG, agar benar-benar berjalan sesuai tujuan dan standar yang telah ditetapkan.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Surianeun belum memberikan keterangan resmi terkait penggunaan kantong kresek dalam distribusi makanan tersebut.

Program MBG yang merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia diharapkan dapat dijalankan secara profesional dan memenuhi standar kesehatan. Kritik yang muncul diharapkan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga layak dan aman dikonsumsi. (Red).

Reporter : Iwan S
Editor : A Rozak