Perkelahian Pelajar di Pagelaran Berakhir Damai, Pihak Sekolah Tegaskan Kedisiplinan ‎ 

Perkelahian Pelajar di Pagelaran Berakhir Damai, Pihak Sekolah Tegaskan Kedisiplinan  ‎ 

‎PANDEGLANG – bantensuara.com | Insiden perkelahian yang melibatkan tiga siswa SMK Negeri 9 Kabupaten Pandeglang Banten dengan seorang pelajar SMP Negeri 1 Pagelaran beberapa hari lalu, berhasil diselesaikan melalui jalur musyawarah kekeluargaan.

‎Kejadian bermula pada hari Rabu, 15 April 2026 lalu, saat jam pelajaran berlangsung. Keributan tersebut terjadi di wilayah Alun-Alun Kecamatan Pagelaran.

‎Menurut keterangan salah seorang siswa SMKN 9 yang enggan disebutkan namanya, ketiga pelaku merupakan siswa kelas 10 jurusan Teknik Bengkel Sepeda Motor (TBSM).

‎"Kalau tidak salah kejadian itu melibatkan tiga siswa kelas 1 jurusan TBSM pada hari Rabu saat masuk sekolah. Kemudian pada hari Kamis mereka dipanggil oleh pihak sekolah, selebihnya saya kurang tahu," ungkap sumber tersebut.

‎Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Kesiswaan (BK) SMKN 9 Pandeglang, Rohim, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia memastikan masalah telah tuntas diselesaikan secara kekeluargaan dengan melibatkan orang tua/wali murid dari kedua belah pihak.

‎"Kejadiannya melibatkan tiga orang siswa dalam satu jurusan teknik bengkel sepeda motor kelas 10, inisial S, A, dan J. Masalah ini sudah diselesaikan oleh pihak keluarga, kami hanya memfasilitasi dan menjembatani dari kedua belah pihak," jelas Rohim kepada awak media, Senin (20/04/2026).

‎Lebih lanjut, Rohim menegaskan bahwa lokasi kejadian berada di luar lingkungan sekolah. Oleh karena itu, pihak sekolah menegaskan bahwa tanggung jawab pengawasan saat kejadian berada di luar kewenangan institusi pendidikan.

‎"Siswa tersebut sama sekali tidak datang ke sekolah. Sekolah hanya menanggulangi siswa yang ada di lingkungan sekolah. Intinya, karena kejadian tersebut di luar wilayah sekolah, maka itu di luar tanggung jawab sekolah," tegasnya.

‎Meski demikian, pihak sekolah tetap memberikan pembinaan dan tindakan tegas terhadap ketiga siswa tersebut. Pihak sekolah telah memberikan teguran serta mewajibkan pembuatan surat pernyataan dari kedua belah pihak agar tidak mengulangi perbuatan serupa.

‎"Kami sudah memberikan binaan dan arahan pada ketiga siswa ini, dalam bentuk teguran dan surat pernyataan yang dibuat oleh kedua belah pihak," tambahnya.

‎Sebagai langkah preventif, pihak sekolah berkomitmen untuk memperketat aturan dan meningkatkan kedisiplinan siswa. Sanksi yang tegas juga akan diterapkan bagi siswa yang terbukti melanggar aturan demi menjaga nama baik sekolah.

‎"Selanjutnya kami akan memperbaiki dan meningkatkan kedisplinan sekolah serta memberikan sanksi-sanksi pada siswa agar tidak melakukan kejadian tersebut kembali," pungkas Rohim. ///(Wan).

‎