Siapkan Generasi Emas, Kemendes PDTT Fokus Tangani Percepatan Stunting

Siapkan Generasi Emas, Kemendes PDTT Fokus Tangani Percepatan Stunting
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes) Ariza Patria, Gambar : Hasil Tangkap Layar Akun Medsos Kemendes

Jakarta, Bantensuara.Com – Direktorat Pengembangan Sosial, Budaya, dan Lingkungan Desa serta Pedesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengadakan Rapat Antar Kementerian/Lembaga dalam rangka percepatan penanganan stunting, Rabu (17/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menurunkan angka stunting yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan.

Dalam siaran pers yang diunggah melalui akun resmi media sosial @kemendesapdtt, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes) Ariza Patria menegaskan bahwa stunting tidak bisa dipandang hanya sebagai persoalan gizi semata. Menurutnya, dampak stunting jauh lebih luas, menyangkut kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa ke depan.

“Jika anak-anak kita tumbuh tidak optimal, maka daya saing bangsa pun akan melemah. Stunting bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan pembangunan bangsa,” ujar Ariza.

Lebih lanjut, Wamendes mengingatkan bahwa keberhasilan menurunkan angka stunting merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi Indonesia. Dengan mempersiapkan generasi yang sehat dan produktif, maka cita-cita mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 akan lebih mudah tercapai.

“Oleh karenanya, saya mengajak semua pihak untuk berkolaborasi, baik pemerintah pusat, daerah, swasta, akademisi, hingga masyarakat desa. Kita harus bergerak bersama, karena percepatan penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial,” tegasnya.

Kemendes PDTT, lanjut Ariza, akan terus memperkuat peran desa sebagai garda terdepan dalam penanganan stunting. Melalui pemanfaatan Dana Desa, program-program pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan layanan dasar di tingkat desa, pemerintah berupaya memastikan setiap anak mendapat hak tumbuh kembang yang optimal.

Selain itu, rapat lintas kementerian/lembaga ini juga menjadi forum penting untuk menyamakan langkah dan menyatukan strategi, agar program-program yang dijalankan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi. “Kolaborasi dan integrasi program menjadi kunci utama. Hanya dengan kerja bersama, target penurunan stunting bisa tercapai,” tambahnya.

Seperti diketahui, pemerintah menargetkan angka stunting nasional turun menjadi 14 persen pada tahun 2024. Meski capaian sementara menunjukkan tren penurunan, upaya percepatan tetap diperlukan agar sasaran tersebut benar-benar tercapai.

Dengan berbagai langkah terintegrasi dan sinergi lintas sektor, Kemendes PDTT optimistis bahwa Indonesia mampu menurunkan angka stunting secara signifikan. Harapannya, pada tahun 2045 mendatang, Indonesia memiliki generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi sebagai modal utama menuju negara maju.(Red).