Workshop UNDERVAC-ID Perkuat Sinergi Tingkatkan Cakupan Imunisasi Dasar Anak di Pandeglang
Pandeglang – Bantensuara.com | Pemerintah Kabupaten Pandeglang bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menggelar Participatory Workshop UNDERVAC-ID bertema Komitmen Daerah dan Sinergi Multisektoral dalam Upaya Peningkatan Cakupan Imunisasi Dasar Anak di Hotel Horison Pandeglang, Rabu 8 Juli 2026.
Workshop tersebut bertujuan mengintegrasikan hasil penelitian UNDERVAC-ID ke dalam strategi Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap pada anak, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program imunisasi.
Dalam kesempatan itu, Asda I Pandeglang, Doni Hermawan mengapresiasi kolaborasi antara FKUI dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dalam mendukung peningkatan cakupan imunisasi dasar anak.
"Kami berharap seluruh peserta tidak hanya mengikuti workshop, tetapi juga mampu menerapkan hasilnya di lapangan sehingga dapat meningkatkan cakupan imunisasi dasar anak di Kabupaten Pandeglang," ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya forum tersebut sebagai ruang diskusi untuk mencari solusi atas berbagai kendala di lapangan, termasuk maraknya penyebaran informasi hoaks mengenai imunisasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Eniyati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menyukseskan program imunisasi.
"Keberhasilan imunisasi tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemerintah desa agar masyarakat mau membawa anaknya ke posyandu untuk diimunisasi," katanya.
Menurutnya, Dinas Kesehatan terus meningkatkan kualitas pelayanan posyandu sekaligus menggandeng berbagai pihak untuk mengatasi kendala pelaksanaan imunisasi di lapangan.
"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas posyandu di wilayah Pandeglang," ucapnya.
Di kesempatan yang sama, Peneliti Utama UNDERVAC-ID, dr. Ahmad Fuady, menjelaskan bahwa penelitian tersebut bertujuan mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap pada anak.
"Meski capaian imunisasi di Kabupaten Pandeglang telah melampaui target, masih ditemukan anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi sehingga tetap berisiko terserang penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin," tuturnya.
Menurutnya, beberapa faktor yang memengaruhi rendahnya cakupan imunisasi di antaranya kekhawatiran terhadap efek samping vaksin, penolakan dari anggota keluarga, serta masih beredarnya hoaks yang menyebut imunisasi tidak halal.
"Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap sekaligus mengatasi berbagai hambatan di masyarakat," pungkasnya. (Red).
Redaksi: Bantensuara.com
















