Aksi Warga Tolak Revitalisasi Situ Cikedal, Soroti Anggaran Rp9,49 Miliar
PANDEGLANG | BANTENSUARA.COM – Indonesia Contra Terror (ICT) bersama masyarakat Kabupaten Pandeglang menggelar aksi penyampaian pendapat di kawasan Situ Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (8/8/2026).
Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan aspirasi terkait revitalisasi Situ Cikedal menjadi kawasan wisata dengan anggaran yang disebut bersumber dari APBD sebesar Rp9,49 miliar.
Kegiatan berlangsung sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB dan Aksi mendapat pengawalan dari aparat kepolisian.
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah atribut dan spanduk berisi penolakan terhadap revitalisasi Situ Cikedal serta tuntutan evaluasi terhadap penggunaan anggaran daerah.
Ketua Umum ICT, Syailendra Adi Sapta, dalam penyampaian aspirasinya mengatakan pihaknya mempertanyakan prioritas penggunaan anggaran sebesar
“Kami tidak menolak pembangunan. Yang kami pertanyakan adalah prioritasnya. Ketika masyarakat masih menghadapi persoalan narkoba, kenakalan pelajar, kekerasan, persoalan sosial, jalan desa yang rusak, serta kebutuhan jembatan bagi anak-anak sekolah, apakah pembangunan wisata dengan anggaran Rp9,49 miliar harus menjadi prioritas?” ujar Syailendra.
ICT juga menyampaikan bahwa Situ Cikedal selama ini dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat sekitar untuk mencari ikan, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun sebagai sumber penghasilan.
Dalam aksi tersebut, ICT meminta adanya penjelasan mengenai rencana revitalisasi, termasuk dasar perencanaan, urgensi pembangunan, penggunaan anggaran, serta mekanisme pelibatan masyarakat yang terdampak atau selama ini memanfaatkan kawasan Situ Cikedal.
Hingga kegiatan berakhir, ICT menyatakan belum terdapat perwakilan dari pihak terkait yang hadir untuk menerima aspirasi dan memberikan penjelasan secara langsung kepada peserta aksi.
Atas kondisi tersebut, ICT menyatakan akan melanjutkan penyampaian aspirasi melalui aksi berikutnya.
“Kami menghormati seluruh proses pemerintahan dan aparat yang telah mengawal aksi sehingga berjalan aman dan tertib. Tetapi aspirasi masyarakat membutuhkan jawaban. Karena itu, kami akan melanjutkan perjuangan melalui aksi jilid II di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten,” kata Syailendra.
Dalam aksi tersebut, ICT menyampaikan lima tuntutan, yaitu mengevaluasi kembali rencana revitalisasi Situ Cikedal menjadi kawasan wisata, Memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar, urgensi, perencanaan dan penggunaan anggaran Rp9,49 miliar, Membuka ruang dialog dengan masyarakat yang selama ini memanfaatkan Situ Cikedal, Meninjau kembali skala prioritas APBD dengan mempertimbangkan kebutuhan sosial dan infrastruktur masyarakat, Menjamin proses pembangunan dilakukan secara transparan, akuntabel dan partisipatif.
ICT menyatakan akan membawa tuntutan tersebut dalam aksi lanjutan yang direncanakan berlangsung di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.
Syailendra mengatakan, penyampaian aspirasi selanjutnya akan tetap dilakukan melalui jalur konstitusional dan damai.
“Kami tidak ingin berhadap-hadapan dengan pemerintah. Kami ingin pemerintah mendengar. Kami datang membawa suara masyarakat dan meminta agar uang rakyat digunakan untuk menjawab kebutuhan rakyat,” ujarnya.
Aksi penyampaian pendapat tersebut berakhir dalam keadaan aman dan tertib. (Red).
Penulis : A Rozak

Zek Permana 
















