Aktivis Soroti Penyaluran BLT DD Di Desa Teluk Labuan yang Diduga Tidak Tepat Sasaran
Pandeglang, Bantensuara.com — Aktivis pemuda Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Muhamad Paisal, mengkhawatirkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Di Desa Teluk Kec, Labuan yang diperkirakan tidak tepat sasaran. Kritik tersebut muncul setelah ditemukannya warga lanjut usia yang tidak menerima bantuan, meski memenuhi kategori sebagai penerima, dan pernah mendapat bantuan walaupun di bagi dua
Salah satu contoh kasus yang disampaikan adalah Nenek Eli, warga Kampung Karet, Desa Teluk. Lansia ini mengaku untuk dipencairan tahap ini dirinya tidak menerima, sebelumnya pernah menerima tetapi itupun dibagi 2, BLT Dana Desa.
“Warga sekitar menerima bantuan, tetapi dia tidak mendapatkannya, padahal sebelumnya Nenek eli mengaku mendapatkan bantuan tetapi itupun di bagi dua dengan warga lain. Ini menunjukkan adanya masalah dalam pendataan,” kata Paisal, Yang Juga Merupakan Alumni Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pandeglang Rabu (19/11/2025).
Paisal menjelaskan bahwa BLT DD merupakan program pemerintah yang diperuntukkan bagi keluarga miskin atau tidak mampu yang berdomisili di desa, khususnya yang tidak sedang menerima bantuan lain dari pemerintah. Menurutnya, kasus seperti yang dialami Nenek Eli menunjukkan adanya dugaan ketidak pastian sasaran dalam pendistribusian.
“BLT DD seharusnya diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Ketika lansia miskin tidak terdata, hal ini menjadi indikasi kuat bahwa proses pendataan dan penyaluran tidak berjalan maksimal,” ujarnya.
Paisal mendesak pemerintah Desa Teluk untuk melakukan pendataan ulang terhadap calon penerima bantuan. Ia menilai penting untuk memastikan bahwa warga yang paling membutuhkan tidak terabaikan.
“Pemerintah desa harus segera mengirimkan dan menghubungi kembali penerima data BLT DD. Kasus seperti Nenek Eli tidak boleh terjadi, karena bantuan tersebut memang ditujukan untuk warga tidak mampu,” tegasnya.

"Nenek Eliz Warga Kampung Karet Desa Teluk Labuan"
Sementara itu Nenek Eli, warga Kampung Karet, Desa Teluk, Membenarkan bahwa pencairan sebelumnya dirinya pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah desa namun dibagi dua, tetapi kalau untuk pencairan yang sekarang dirinya tidak mendapatkan bantuan baik dari pusat maupun desa.
Ia mengatakan kebingungan setiap kali warga sekitar menerima bantuan, sementara dirinya tidak pernah termasuk dalam daftar penerima. “dulu Saya pernah mendapatkan bantuan itupun dibagi dua dengan warga lain tapi sekarang kok saya gak dapet” tutupnya
Hingga berita Teluk ini diterbitkan, pemerintah Desa belum dapat dimintai keterangan terkait dugaan ketidaktepatan sasaran tersebut.

Zek Permana 













