Cetak Kader Ideologis, SPEBA Gelar PDO 1 di Serang
SERANG | BANTENSUARA.COM– Serikat Perjuangan Tani Banten (SPEBA) menggelar Pendidikan Dasar Organisasi (PDO) 1 selama tiga hari, 25–27 Agustus 2026, di wilayah Ciceri, Kota Serang, Banten.
Kegiatan kaderisasi tersebut diikuti perwakilan tani muda serta elemen mahasiswa dari sejumlah wilayah di Provinsi Banten. Agenda ini menjadi bagian dari upaya SPEBA memberikan pendidikan organisasi dan pemahaman mengenai reforma agraria kepada generasi muda.
Ketua Umum SPEBA, Sukandar, mengatakan PDO 1 dirancang untuk membentuk kader yang memahami persoalan reforma agraria sekaligus memiliki kepedulian terhadap perjuangan petani.
Menurutnya, pemuda dan mahasiswa memiliki peran dalam memperkuat perjuangan untuk mewujudkan kedaulatan petani. Keterlibatan mahasiswa dan pemuda dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun solidaritas antara gerakan tani dengan gerakan pemuda dan mahasiswa.
“Pemuda dan mahasiswa harus mengambil peran penting dalam mewujudkan kedaulatan petani,” kata Sukandar.
Sukandar juga menyampaikan bahwa pembiayaan kegiatan PDO 1 berasal dari swadaya para petani dan pengurus SPEBA.
“Seluruh anggaran pelaksanaan pendidikan ini bersumber dari swadaya murni para petani dan pengurus SPEBA,” ujarnya.
Sementara itu, M. Abdul Halim, mahasiswa Universitas Bina Bangsa (UNIBA) yang menjadi salah satu peserta, menilai pendidikan organisasi tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami persoalan sosial dan agraria secara langsung.
“Pendidikan ini penting bagi kami sebagai mahasiswa untuk melihat secara objektif bagaimana persoalan ketimpangan dan konflik agraria yang terjadi saat ini. Lebih dari itu, di sini kami belajar bagaimana menjalankan roda-roda organisasi yang benar-benar berpraktek memperjuangkan para petani di lapangan, bukan sekadar teori di dalam kelas,” ujar Halim.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan sejumlah materi, di antaranya pendidikan keorganisasian, reforma agraria, ekonomi kerakyatan, gerakan perempuan, gerakan mahasiswa dan pemuda, filsafat, serta paralegal.
Materi keorganisasian membahas tata kelola dan manajemen organisasi. Sementara materi reforma agraria membahas ketimpangan kepemilikan tanah, konflik agraria di Banten, serta strategi perjuangan terkait hak atas tanah.
Peserta juga mendapatkan materi mengenai ekonomi kerakyatan dan kedaulatan pangan, peran perempuan tani dalam produksi dan organisasi, sejarah gerakan mahasiswa dan pemuda, serta filsafat untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis.
Adapun materi paralegal diberikan untuk membekali peserta dengan pengetahuan hukum praktis dan kemampuan advokasi dalam pendampingan petani yang menghadapi persoalan hukum.
Melalui kegiatan tersebut, SPEBA menyatakan akan melanjutkan proses kaderisasi dan pengorganisasian kaum tani serta memperkuat pendidikan mengenai reforma agraria dan persoalan sosial di wilayah Banten. (Red).
Reporter : A Rozak
Redaksi.Bantensuara.com

Zek Permana 
















