Pekerjaan PSU Dinilai Asal Jadi, Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan warga.

Pekerjaan PSU Dinilai Asal Jadi, Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan warga.
Gambar : Kondisi Fisik Pekerjaan Yang Terlihat Kurang Rapih

Pandeglang, Bantensuara.com, Pekerjaan pembangunan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) di Kampung Bama Pasir Tengah RT/01, RW/05, Desa Bama Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang menuai sorotan masyarakat. hasil pembangunan terlihat tidak sesuai harapan sebelum sempat dirasakan manfaatnya. 

Pantauan di lapangan, kondisi jalan hasil pekerjaan PSU yang menelan anggaran dari pemerintah provinsi Banten sebesar Rp. 189.970.000.,00 itu terlihat tidak rata, banyak perbedaan tinggi, dan bergelombang. Ironisnya, terdapat bagian yang terpaksa harus dibongkar kembali lantaran amblas setelah dilintasi kendaraan roda empat. Hal ini memperlihatkan lemahnya kualitas pekerjaan yang diduga dilakukan pihak pelaksana.

“Kalau dari awal diawasi dengan benar, saya yakin hasilnya tidak seperti ini. Sekarang baru dipakai sebentar saja sudah rusak. Sayang sekali anggaran yang dikeluarkan,” ucap salah satu masyarakat setempat yang enggan di sebut namanya saat di wawancarai wartawan di kediaman nya. Jum'at (26/09/2025).

"kemarin saya lihat ada pemeriksaan mungkin dari inspektorat, alhasil banyak yang harus diperbaiki mengingat jalan yang dilintasi oleh kendaraan roda empat bermuatan berat yang melintas menjadi amblas dan harus di bongkar kembali", imbuhnya.

Disisi lain Para pekerja juga mengeluhkan akan keterlambatan material, menurut mereka, keterlambatan tersebut menjadikan kerugian dari segi waktu hingga minimnya upah yang mereka terima.

"keterlambatan barang material menjadikan kendala lambatnya pekerjaan kami, terlebih dari upah yang kami terima sangat minim, kalau dihitung-hitung kami mengalami kerugian dengan adanya keterlambatan material ini," keluh pekerja yang meminta disembunyikan identitas nya.

Selain soal kualitas, lemahnya pengawasan pelaksana dari CV. Bhayangkara Putra juga menjadi faktor utama buruknya hasil pembangunan. Pasalnya, menurut mereka, pengawas proyek jarang turun langsung ke lokasi untuk mengontrol pekerjaan. Kondisi ini membuat pelaksana lapangan bekerja seolah tanpa kendali, sehingga mutu pekerjaan jauh dari standar. (Wak/Red).