Rp7,2 Miliar Pembangunan Jalan Cimanying–Jiput Dipertanyakan

Rp7,2 Miliar Pembangunan Jalan Cimanying–Jiput Dipertanyakan
Gambar : Perencanaan Proyek Jalan Cimanying-Jiput (Hasil Tangkap Layar Sirup LKPP Kementrian PU 2025)

Pandeglang, Bantensuara.com – Warga Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, mempertanyakan kepastian pelaksanaan proyek peningkatan jalan Cimanying–Jiput yang hingga awal November 2025 belum juga direalisasikan. Padahal proyek tersebut telah tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP Kementerian Pekerjaan Umum dengan nilai anggaran sebesar Rp7.265.961.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025.

Dalam dokumen perencanaan yang termuat di SIRUP LKPP, kegiatan peningkatan jalan Cimanying–Jiput dilaksanakan oleh Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Banten, Rencana pelaksanaan proyek dijadwalkan berlangsung pada bulan November 2025, namun hingga kini belum terlihat adanya tanda-tanda dimulainya pekerjaan di lapangan.

Mujahidin, warga Menes, mempertanyakan atas belum dimulainya proyek tersebut. Menurutnya, ruas jalan Cimanying–Jiput sangat dibutuhkan masyarakat sebagai jalur utama penghubung antara Kecamatan Menes dan Jiput.

“Kalau melihat dari SIRUP, sudah jelas bahwa proyek ini dibiayai APBN 2025 dan dijadwalkan pelaksanaannya pada bulan November. Artinya, sekarang seharusnya sudah mulai berjalan. Tapi di lapangan belum ada kegiatan apa pun,” ujar Mujahidin, Sabtu (8/11/2025).

Baca Juga

Warga Harap Proyek Jalan Nasional Dikerjakan Maksimal, Bukan Asal Jadi

Ia menambahkan, kondisi jalan yang rusak dengan permukaan berlubang dan sebagian tergenang air saat hujan kerap menyulitkan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua dan kendaraan pengangkut hasil pertanian. Warga khawatir jika pelaksanaan proyek kembali tertunda, maka perbaikan jalan tidak akan selesai tepat waktu dan manfaatnya tertunda bagi masyarakat.

“Jalan ini sangat vital bagi warga. Setiap hari digunakan untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan distribusi hasil panen. Kami hanya berharap pemerintah pusat melalui Kementerian PU benar-benar merealisasikan pembangunan ini sesuai jadwal,” imbuhnya.

Keterlambatan pelaksanaan proyek juga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas penyerapan anggaran APBN di sektor infrastruktur daerah. Masyarakat berharap agar Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah II Banten segera memberikan kejelasan mengenai progres dan kepastian waktu pelaksanaan proyek, mengingat tahun anggaran 2025 sudah memasuki triwulan terakhir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PJN Wilayah II Provinsi Banten maupun Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Banten belum memberikan keterangan resmi terkait alasan belum dimulainya proyek tersebut. Warga berharap agar pemerintah tidak menunda-nunda lagi pelaksanaan pembangunan jalan Cimanying–Jiput, mengingat proyek ini dibiayai dari APBN dan telah lama ditunggu masyarakat.

Reporter & Editor : A Rozak
Redaksi.Bantensuara.com