Sering Terjadi Kecelakaan Di Proyek Jalan Nasional Cikeusik-Cibaliung-Sumur, Masyarakat Kecam Pelaksana

Sering Terjadi Kecelakaan Di Proyek Jalan Nasional Cikeusik-Cibaliung-Sumur, Masyarakat Kecam Pelaksana
Gambar : Perbaikan Jalan Nasional Cikeusik–Cibaliung–Sumur

Pandeglang, Bantensuara.com– Proyek revitalisasi gorong-gorong di ruas Jalan Nasional Cikeusik–Cibaliung–Sumur menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, sejumlah titik pekerjaan yang sempat terhenti selama berbulan-bulan hingga kini masih menyisakan pekerjaan yang belum rampung.

Di sepanjang ruas jalan tersebut, puluhan titik gorong-gorong dilaporkan ditinggalkan begitu saja tanpa penyelesaian yang memadai. Kondisi permukaan jalan yang tidak rata menyebabkan kendaraan yang melintas mengalami hentakan atau "gejlugan" yang cukup berbahaya, terutama pada malam hari dan saat cuaca buruk.

Situasi semakin mengkhawatirkan karena beberapa titik gorong-gorong berada tepat di area tikungan. Kondisi tersebut kerap membuat pengendara terkejut dan kehilangan kendali saat melintas. Akibatnya, sejumlah kecelakaan lalu lintas dilaporkan terjadi di lokasi proyek yang belum selesai tersebut.

Tokoh pemuda Ujung Kulon, M. Rusli, mengaku heran dengan kondisi proyek yang belum juga dirampungkan hingga tuntas.

"Saya heran kenapa proyek ini tidak diselesaikan 100 persen. Kalau dibiarkan berlarut-larut seperti ini, saya khawatir akan semakin banyak korban kecelakaan yang berjatuhan," ujar Rusli. 17/06/2026

Ia juga meminta pihak pelaksana proyek untuk segera mengambil langkah antisipatif apabila pekerjaan belum dapat dilanjutkan dalam waktu dekat.

"Kalau memang belum bisa dikerjakan, setidaknya pasang rambu-rambu atau tanda peringatan yang jelas agar pengendara lebih berhati-hati saat melintas," tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga sekitar. Salah satunya Anas, warga yang rumahnya berada tidak jauh dari salah satu lokasi revitalisasi gorong-gorong. Menurutnya, kecelakaan di lokasi tersebut bukan lagi kejadian yang jarang terjadi.

"Saya sering membantu pengendara yang mengalami kecelakaan di sini. Banyak yang jatuh karena kondisi jalan yang tidak rata dan tidak ada peringatan yang memadai," ungkap Anas.

Masyarakat berharap pihak terkait, baik pelaksana proyek maupun instansi yang berwenang, segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda tersebut. Selain demi kelancaran arus lalu lintas, penyelesaian proyek dinilai penting untuk mencegah bertambahnya korban kecelakaan di ruas jalan tersebut. (Red).

Reporter : Iwan Setiawan 

Editor : A Rozak