Jembatan Cibungur–Tegal Papak Dibangun, Warga Harapkan Akses Antardesa Semakin Mudah

Jembatan Cibungur–Tegal Papak Dibangun, Warga Harapkan Akses Antardesa Semakin Mudah
Gambar : tampak alat berat dilokasi kegiatan

PANDEGLANG | BANTENSUARA.COM – Pembangunan Jembatan Gantung Cibungur yang menghubungkan wilayah Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, dengan Desa Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, tengah dilaksanakan. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan dapat membuka akses transportasi masyarakat sekaligus mempermudah mobilitas warga antardesa.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pembangunan jembatan tersebut merupakan paket pekerjaan Pembangunan Jembatan Gantung Cibungur yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Banten, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Dalam papan proyek tercantum nilai kontrak sebesar Rp6.909.846.568,00, dengan tanggal kontrak 20 April 2026. Penyedia jasa tercatat CV. Bangun Karya Nusantara, sementara konsultan supervisi adalah PT. Multi Phi Beta – PT. Surya Marzq Konsultindo – PT. Seecon KSO.

Sekretaris Desa Tegal Papak, Hasyim, mengatakan pembangunan jembatan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat, khususnya warga di kedua desa yang selama ini memiliki hubungan sosial dan kekerabatan yang erat.

Menurut Hasyim, sebelum adanya pembangunan jembatan, masyarakat di sekitar lokasi pernah memanfaatkan sarana penyeberangan tradisional berupa getek manual untuk menyeberangi sungai.

“Dulu masyarakat menggunakan getek secara manual untuk menyeberang. Akses tersebut cukup membantu warga yang hendak menuju jalan raya maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Hasyim. Senin. 10/08/2026

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan diharapkan dapat memangkas jarak tempuh masyarakat. Selama ini, warga yang hendak menuju wilayah seberang harus menempuh jalur memutar melalui Cibungur dan Cengok.

“Dengan adanya jembatan ini, tentunya akan sangat membantu masyarakat. Warga tidak perlu lagi memutar jauh ketika hendak beraktivitas ke wilayah seberang,” katanya.

Hasyim menambahkan, keberadaan jembatan juga dinilai penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, termasuk mobilitas di sektor pertanian serta kegiatan ekonomi warga.

Selain itu, akses tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan masyarakat Desa Cibungur dan Desa Tegal Papak yang selama ini memiliki hubungan kekerabatan.

Terkait pelaksanaan pembangunan, Hasyim menyebut pekerjaan di sisi Desa Tegal Papak sempat menghadapi kendala karena sejumlah peralatan masih dalam proses menunggu.

“Untuk di sisi Tegal Papak, sempat ada kendala karena alat-alatnya masih kurang dan masih dalam masa menunggu,” jelasnya.

Meski demikian, masyarakat berharap pembangunan dapat berjalan hingga selesai sesuai rencana dan nantinya jembatan dapat digunakan dengan baik.

Hasyim juga menekankan pentingnya pemeliharaan setelah jembatan selesai dibangun. Menurutnya, perawatan secara berkelanjutan diperlukan agar infrastruktur tersebut tetap aman dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

“Harapannya setelah selesai nanti bukan hanya dibangun, tetapi juga dirawat. Karena masyarakat sangat membutuhkan akses ini agar bisa terus digunakan dan manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang panjang,” pungkasnya. (Red).

Penulis : A Rozak Bantensuara.com