Relawan Dapur SPPG Aba Sejahtera Antusias Ikuti Kegiatan Bersih-Bersih

Relawan Dapur SPPG Aba Sejahtera Antusias Ikuti Kegiatan Bersih-Bersih
Gambar : Istimewa

Pandeglang, Bantensuara.com– Di balik sajian makanan bergizi bagi para penerima manfaat, terdapat disiplin tinggi yang diterapkan dalam menjaga kebersihan dapur. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aba Sejahtera terus menegaskan komitmennya terhadap standar higienitas melalui kegiatan kerja bakti rutin dan pengawasan harian yang ketat.

SPPG Aba Sejahtera yang berlokasi di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, menggelar kerja bakti bersih-bersih bersama seluruh relawan pada Sabtu (18/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga standar sanitasi dalam proses produksi makanan bagi siswa penerima manfaat program gizi.

Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Aba Sejahtera, Encep, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen dalam menjaga kebersihan fasilitas pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan kegiatan bersih-bersih bersama sebagai upaya menjaga standar kebersihan dan higienitas fasilitas pendukung program MBG,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan kerja bakti difokuskan pada pembersihan area produksi, sterilisasi gudang penyimpanan bahan baku, serta penataan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar tetap ramah lingkungan. Selain itu, dapur MBG juga wajib memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) guna menjamin kualitas makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat.

“Kebersihan dapur adalah kunci utama. Ini bukan hanya soal kerapihan, tetapi memastikan setiap porsi makanan yang diproduksi aman dan sesuai standar ahli gizi,” tambahnya.

Kerja bakti dilakukan secara menyeluruh di seluruh area operasional, mulai dari dapur utama, area pencucian ompreng, ruang pemorsian, hingga fasilitas pendukung lainnya. Seluruh area dibersihkan secara detail untuk memastikan kondisi tetap higienis.

“Kami pastikan semua area yang menunjang proses produksi makanan selalu dalam kondisi bersih dan aman,” kata Encep.

Gambar : Relawan Mendapatkan Arahan Dari Pengurus dapur 

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana evaluasi terhadap kondisi peralatan dan fasilitas yang digunakan setiap hari. Dengan demikian, seluruh perlengkapan dapat dipastikan tetap steril dan layak pakai.

Encep juga menegaskan bahwa komitmen terhadap kebersihan tidak hanya dilakukan secara mingguan, tetapi juga menjadi tanggung jawab harian setiap divisi.

“Setiap bagian sudah mengetahui tugasnya masing-masing dan wajib menjaga kebersihan area kerja setelah aktivitas. Ini sudah menjadi budaya kerja di SPPG,” imbuhnya.

Selain itu, terdapat petugas khusus yang melakukan pengawasan kebersihan setiap hari guna memastikan seluruh area dapur tetap rapi, kering, dan bebas dari sampah yang berpotensi mengganggu kualitas lingkungan kerja.

Upaya tersebut merupakan bentuk tanggung jawab SPPG dalam menjamin keamanan makanan yang dikonsumsi oleh para penerima manfaat. Standar kebersihan menjadi faktor krusial karena berkaitan langsung dengan kualitas gizi dan kesehatan.

Encep menambahkan, menjaga kebersihan bukan hanya kebutuhan operasional, tetapi juga bagian dari komitmen moral dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dengan lingkungan dapur yang bersih dan terkelola dengan baik, SPPG Aba Sejahtera optimistis dapat terus menyediakan makanan bergizi yang aman dan berkualitas bagi para penerima manfaat.

"Ke depan, budaya kebersihan ini diharapkan terus terjaga dan menjadi standar bersama seluruh relawan, sehingga pelayanan gizi dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat." Pungkasnya.(Red).

Reporter : Mc Ridho