Dapur Leoz Kembangkan UMKM dan Angkat Produk serta Budaya Lokal
PANDEGLANG | BANTENSUARA.COM — Dapur Leoz yang berada di Kampung Cipariuk, Desa Tegal, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, dikembangkan sebagai bagian dari usaha pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus wadah untuk memperkenalkan produk UMKM dan budaya lokal.
Pemilik Dapur Leoz, Kokom Komariah, mengatakan usaha yang dijalankannya telah dimulai sejak 2013, sebelum kemudian mengembangkan konsep Dapur Leoz.
“Kalau untuk dapur ini masih baru, tetapi usaha UMKM sudah dimulai sejak 2013. Berawal dari usaha emping dan keceprek,” kata Kokom saat diwawancarai Media Bantensuara.com dalam agenda kunjungan Gubernur Banten Andra Soni. Rabu 02/09/2026.
Menurut Kokom, usaha tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di wilayah setempat serta melibatkan perempuan dalam kegiatan ekonomi. Tujuannya untuk membantu meningkatkan pendapatan dan perekonomian keluarga.

Gambar : Gubernur dan Wakil Gubernur Banten saat menyerahkan Bantuan Sosial Di Dapur Leoz
Dalam pengembangan usahanya, Kokom menyebut mendapat pembinaan dan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa hingga instansi terkait di tingkat kabupaten dan provinsi.
“Dari berbagai bidang kita dibina, dari kedinasan, desa, terutama dari PPSP Pasundan yang terus membina kita. Dari Dinas Koperasi dan Indag kabupaten maupun provinsi juga,” ujarnya.
Kokom mengatakan berbagai pengetahuan dan pembinaan yang diperoleh kemudian diterapkan secara bertahap dalam pengembangan usaha.
Sementara itu, Dapur Leoz juga dikembangkan dengan konsep semi tradisional dan menjadi wadah kegiatan masyarakat. Konsep tersebut diarahkan untuk memperkenalkan suasana perdesaan serta mempertahankan budaya tradisional.
“Tujuannya sebagai wadah silaturahmi, bagaimana caranya kita mengangkat desa supaya orang datang berkunjung ke sini,” katanya.

Gambar : ramag tamah Gubernur Banten bersama Owner Dapur Leoz
Ia menambahkan, ke depan pihaknya berencana menghadirkan berbagai kegiatan seni dan budaya tradisional. Salah satunya dengan menyiapkan perlengkapan tradisional seperti lisung serta menggelar kegiatan seni, termasuk rampak bedug.
Menurut Kokom, aula yang tersedia di Dapur Leoz juga dapat digunakan untuk kegiatan positif masyarakat. Penggunaan tersebut tidak berorientasi pada penyewaan tempat, melainkan lebih kepada pemanfaatan untuk kegiatan masyarakat.
Dari sisi kuliner, Dapur Leoz mengusung menu semi modern dengan tetap mempertahankan sejumlah makanan tradisional. Salah satu menu yang menjadi produk unggulan adalah pecak nila.
“Yang tradisional seperti nila, pecak nila. Pecak nila yang kita buat ini seperti yang dulu dikenalkan oleh orang tua. Alhamdulillah malah menjadi bestseller di sini,” ungkapnya.
Selain restoran, Dapur Leoz juga menyediakan layanan katering dan berbagai produk oleh-oleh, seperti emping dan keceprek. Pihaknya juga bermitra dengan pelaku UMKM di Pandeglang untuk menyediakan ruang penitipan dan pemasaran produk.

Gambar: Gubernur banten saat meninjau bazar murah di dapur leoz
“Di sini palugada. Tidak hanya oleh-oleh, sekarang sudah ada resto, katering, emping dan sebagainya. Kita juga bermitra dengan UMKM yang ada di Pandeglang, mereka boleh menitipkan produknya di sini,” jelas Kokom.
Untuk pemasaran, Dapur Leoz memanfaatkan media sosial, termasuk TikTok Shop.
Pengembangan pemasaran digital tersebut juga membawa produk Dapur Leoz hingga ke tingkat internasional. Kokom menyebut dirinya pernah mengikuti program App-Wing yang berlangsung selama enam bulan pada 2024 dan mendapatkan pembinaan di bidang pemasaran digital.
Ia kemudian mengikuti seleksi untuk mewakili Indonesia dalam Expo ASEAN di Korea. Kokom mengatakan terdapat empat peserta dari Indonesia yang dinyatakan lolos dalam program tersebut.

Gambar : Spot Selpi Dapur Leoz
“Kemarin kita diundang ke Korea. Saya lulus tes untuk Expo ASEAN di Korea selama empat hari. Dari program App-Wing yang dari Asosiasi PPSP Pasundan. Di sana saya mempresentasikan produk emping dan keceprek,” katanya.
Kunjungan Gubernur Banten Andra Soni ke Dapur Leoz juga menjadi bagian dari agenda kunjungan di wilayah tersebut. Bagi Kokom, kunjungan tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi pengembangan usaha yang dirintis dari sektor UMKM.
Ia berharap Dapur Leoz dapat terus berkembang dengan tetap membawa produk UMKM dan budaya lokal sebagai bagian dari kegiatan usahanya. (Red).
Reporter/Penulis: A Rozak
Redaksi.Bantensuara.com

Zek Permana 
















