Rehab Pasar Sodong Habiskan Rp269 Juta, Kios Masih Pakai Rolling Door Lama dan Berkarat

Rehab Pasar Sodong Habiskan Rp269 Juta, Kios Masih Pakai Rolling Door Lama dan Berkarat
Gambar : Kios Pasar Sodong

PANDEGLANG | BANTENSUARA.COM — Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan atau DKUPP melaksanakan kegiatan pemeliharaan bangunan dan fasilitas Pasar Sodong, Kecamatan Sodong, Kabupaten Pandeglang, dengan nilai kontrak sekitar Rp269 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Pandeglang Tahun Anggaran 2026.

Berdasarkan pantauan di lokasi, saat ini sudah tidak terlihat aktivitas pekerjaan fisik di area Pasar Sodong. Sejumlah bangunan kios tampak telah dilakukan pengecatan pada bagian dinding dan perbaikan atap.

Sementara itu, pada sejumlah kios masih terpasang pintu rolling door lama. Kondisi pintu tersebut terlihat kusam dan pada beberapa bagian tampak mengalami karat.

Belum terlihat pula aktivitas pedagang yang menempati dan berjualan di dalam sejumlah kios. Aktivitas perdagangan masih terlihat berlangsung di area emperan atau bedeng yang berada di sekitar pasar.

Salah seorang pedagang yang berada di area emperan saat dimintai keterangan terkait kondisi Pasar Sodong dan penggunaan kios memilih untuk tidak memberikan komentar.

Sementara itu, Ketua BUMDes Berseri Desa Sindangayu, Fikri Anizar Albar, menjelaskan bahwa dalam pengelolaan Pasar Sodong, BUMDes telah dilibatkan dan memiliki kerja sama dengan DKUPP Kabupaten Pandeglang sejak Agustus 2025.

Menurut Fikri, pemanfaatan fasilitas pasar dilakukan dengan menyewakan kios kepada para pedagang melalui pengelolaan BUMDes.

"Pemanfaatannya kita menyewakan kepada pedagang pasar yang dikelola oleh BUMDes. Jadi, kita kerja sama itu sejak Agustus 2025 dengan DKUPP Pandeglang," ujar Fikri. Selasa/09/2026.

Fikri juga menjelaskan, sebelumnya para pedagang sempat direlokasi ke bangunan sementara yang berada di bagian depan pasar. Bangunan relokasi tersebut rencananya akan dibongkar dan pedagang akan kembali menempati lokasi asal.

"Jadi, kita kemarin itu melakukan relokasi dan memang sebentar lagi kita juga akan bongkar bangunan relokasi kita yang depan. Kemudian para pedagang akan pindah lagi ke tempat asalnya," katanya.

Terkait kerja sama pengelolaan pasar, Fikri menyebut terdapat kewajiban setoran Pendapatan Asli Daerah atau PAD. Untuk tahun 2026, berdasarkan Perjanjian Kerja Sama atau PKS, setoran PAD yang dilakukan sebesar Rp21 juta dengan sistem pembayaran tiga kali angsuran.

"Kalau yang tertuang di dalam PKS itu untuk tahun 2026 ini kita menyetorkan ke PAD sebesar Rp21 juta. Sistemnya tiga kali pembayaran angsuran," jelasnya.

Mengenai kondisi sejumlah rolling door kios yang masih menggunakan pintu lama dan terlihat berkarat setelah kegiatan pemeliharaan, Fikri mengatakan bahwa pihak BUMDes sebelumnya telah meminta kepada konsultan agar rolling door diperbaiki secara keseluruhan.

Namun, menurutnya, perbaikan rolling door tidak dilakukan secara keseluruhan karena adanya keterbatasan anggaran.

"Ketika awal mula konsultan datang mengecek, kita juga meminta ke pihak konsultan untuk rolling door ini diperbaiki secara keseluruhan. Namun, mereka bilang karena keterbatasan anggaran, mereka paling melakukan rehab untuk atap, pengecatan, dan juga perbaikan saluran air," ungkapnya.

Fikri menyebut, fasilitas yang dikelola BUMDes Berseri Desa Sindangayu terdiri dari 20 ruko, enam awning di bagian depan, serta 11 awning di bagian belakang.

"Dari data pedagang yang masuk ada 14 pedagang. Ada pedagang yang mengambil dua kios," ujarnya.

Dengan demikian, jumlah fasilitas yang direhab dan dikelola tersebut mencapai 37 unit, terdiri dari 20 ruko, enam awning bagian depan, dan 11 awning bagian belakang.

Lebih lanjut, Fikri menyampaikan rencana pengembangan kawasan Pasar Sodong. Menurutnya, BUMDes membutuhkan investor untuk mengembangkan sejumlah lahan yang tersedia di kawasan pasar.

"Harapan kita, kita membutuhkan banyak investor untuk masuk di Pasar Sodong. Pasar Pemda ini lumayan luas, hampir setengah hektare atau 4.000 meteran lebih. Jadi banyak lahan yang bisa digunakan," katanya.

Ia menyebut, salah satu rencana pengembangan ke depan adalah menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat kuliner. Namun, rencana tersebut belum terlaksana karena keterbatasan anggaran dan belum adanya investor yang masuk.

"Kita juga target ke depan ingin buat pusat kuliner di situ. Cuma memang karena keterbatasan anggaran dan kita membutuhkan investor juga, dan belum ada yang masuk, akhirnya belum bisa terlaksana," pungkasnya.

Diketahui, kegiatan pemeliharaan bangunan dan fasilitas Pasar Sodong merupakan bagian dari program peningkatan sarana dan prasarana perdagangan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui DKUPP.

Berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor 003.3.13/003.SPK.Konst/DKUPP/2026 yang diterbitkan pada 18 Juni 2026, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh penyedia jasa CV. Damar Djati Kontruksi.

Kegiatan pemeliharaan tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Pandeglang Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sekitar Rp269 juta.

Hingga berita ini disusun, aktivitas pekerjaan fisik tidak terlihat lagi di lokasi Pasar Sodong. Sejumlah dinding kios telah dicat dan bagian atap telah diperbaiki, sementara sejumlah kios masih menggunakan rolling door lama yang terlihat kusam dan berkarat. Aktivitas perdagangan juga masih terlihat di area emperan atau bedeng di sekitar pasar. (Red)

Reporter/Penulis: A Rozak
Redaksi.Bantensuara.com