GMNI Pandeglang Sampaikan Pernyataan Sikap Satu Tahun Kepemimpinan Dewi–Iing
Pandeglang, Bantensuara. Com – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Pandeglang menyampaikan pernyataan sikap terkait genap satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang, Dewi Setiani dan Iing Andri Supriadi.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial organisasi terhadap jalannya pemerintahan daerah.
Dalam keterangan tertulisnya, DPC GMNI Pandeglang merujuk pada data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang. Berdasarkan data tersebut, tingkat kemiskinan pada 2024 berada di angka 6,42 persen. Pertumbuhan ekonomi tercatat sekitar 4,2 persen dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kurang lebih Rp45 triliun. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada pada angka 75,84 dan masuk kategori tinggi.
Ketua DPC GMNI Pandeglang, Hata, menyampaikan bahwa pernyataan sikap tersebut merupakan bentuk pengingat terhadap komitmen pemerintahan daerah.
“Kami mengingatkan bahwa janji kampanye harus diuji dengan angka dan dampak nyata. Jika data kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi masih bergerak di kisaran tersebut, maka pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh,” ujar Hata. Sabtu 28/02/2026.
Ia menambahkan bahwa kebijakan ekonomi daerah perlu diarahkan pada sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat kecil.
Sementara itu, Kader DPC GMNI Pandeglang, Abdul Aziz Zulfikar, menyatakan bahwa pihaknya menilai diperlukan transparansi yang lebih luas terkait capaian kinerja satu tahun pemerintahan.
“Kami berbicara berdasarkan data resmi. Pertumbuhan 4,2 persen dan penurunan kemiskinan yang tipis harus menjadi perhatian pemerintah daerah,” katanya.
Dalam pernyataan sikapnya, DPC GMNI Pandeglang menyampaikan empat poin, yaitu mendesak Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk mempublikasikan laporan kinerja satu tahun berbasis indikator kuantitatif, menyusun roadmap ekonomi kerakyatan yang terukur hingga tingkat desa, mendorong kebijakan fiskal yang berpihak pada sektor produktif masyarakat kecil, serta membuka partisipasi publik dalam proses perencanaan pembangunan daerah. (Dho)
Reporter : Mc Ridho

Zek Permana 














