Jembatan Cibungur–Tegal Papak Dibangun, Warga Harapkan Pekerjaan Segera Rampung
PANDEGLANG | BANTENSUARA.COM – Pembangunan Jembatan Gantung Cibungur yang menghubungkan Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, dengan Desa Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, tengah berlangsung.
Pembangunan jembatan tersebut menjadi perhatian masyarakat karena diharapkan dapat mempermudah akses antardesa serta mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi warga. Masyarakat berharap pekerjaan dapat segera diselesaikan agar jembatan dapat segera dimanfaatkan.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pembangunan tersebut merupakan paket pekerjaan Pembangunan Jembatan Gantung Cibungur yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Banten, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Dalam papan proyek tercantum nilai kontrak sebesar Rp6.909.846.568,00 dengan tanggal kontrak 20 April 2026. Penyedia jasa tercatat CV. Bangun Karya Nusantara, sedangkan konsultan supervisi adalah PT. Multi Phi Beta – PT. Surya Marzq Konsultindo – PT. Seecon KSO.
Mujen, warga Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil pengajuan dirinya bersama masyarakat dengan melibatkan salah satu Anggota DPR RI dari Fraksi PKB.
“Jembatan ini hasil pengajuan saya bersama masyarakat kepada Anggota DPR RI Fraksi PKB. Alhamdulillah, akhirnya bisa direalisasikan,” ujar Mujen. 23/08/2026.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat karena akan memberikan akses yang lebih mudah antara Desa Cibungur dan Desa Tegal Papak. Karena itu, ia berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar dan segera diselesaikan.
Mujen menjelaskan, salah satu persyaratan dalam pengajuan pembangunan jembatan tersebut adalah tersedianya akses jalan menuju lokasi dengan status lahan yang bersifat hibah.
Tanah yang digunakan sebagai akses menuju jembatan tersebut merupakan milik keluarga Mujen dan telah dihibahkan untuk kepentingan akses jalan masyarakat.
“Waktu pengajuan, salah satu syarat agar jembatan ini bisa direalisasikan harus ada jalan yang bersifat hibah. Tanah ini milik keluarga kami dan dihibahkan untuk akses jalan menuju jembatan,” jelasnya.
Ia menilai jembatan tersebut nantinya tidak hanya memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, tetapi juga memiliki manfaat terhadap peningkatan perekonomian warga.
Dengan akses yang lebih mudah, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas hasil pertanian dan kegiatan ekonomi lainnya.
“Nilai manfaatnya bukan hanya untuk mempermudah akses masyarakat, tetapi juga diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Terkait pelaksanaan pekerjaan, Mujen mengatakan pembangunan saat ini masih berada di wilayah Desa Tegal Papak. Pelaksanaan dilakukan langsung oleh pihak pelaksana, sementara masyarakat belum dilibatkan secara langsung karena pekerjaan belum memasuki wilayah Desa Cibungur.
“Pelaksanaannya langsung dari pihak pelaksana. Untuk masyarakat, saat ini belum dilibatkan karena posisi pekerjaan masih berada di wilayah Tegal Papak,” ujarnya.
Mujen berharap pekerjaan pembangunan jembatan tersebut dapat segera rampung sesuai dengan rencana sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat dari kedua desa.
“Harapannya pembangunan ini bisa segera selesai, sehingga masyarakat bisa segera menggunakan jembatan ini untuk aktivitas sehari-hari,” pungkasnya. (Red)
Reporter : Iwan Setiawan
Editor : A Rozak | Bantensuara.com

Zek Permana 
















