SAR Gabungan Perluas Pencarian 5 Jurnalis, 1 Gaet dan 2 Awak Kapal hingga Enam Sektor

SAR Gabungan Perluas Pencarian 5 Jurnalis, 1 Gaet dan 2 Awak Kapal hingga Enam Sektor
Gambar: Kepala Basarnas Mohammad Syafii Bersama Kapolda Dan Gubernur Banten

PANDEGLANG | BANTENSUARA.COM — Tim SAR gabungan terus memperluas pencarian terhadap lima jurnalis, satu gaet dan dua awak kapal yang dilaporkan hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, operasi pencarian pada Kamis (10/9/2026) dikoordinasikan oleh Kepala Kantor SAR Banten dengan melibatkan dua kantor SAR di Banten dan unsur SAR dari Lampung.

“Kita berharap mudah-mudahan dalam keadaan selamat,” ujar Mohammad Syafii saat memberikan keterangan terkait perkembangan operasi pencarian, Kamis (10/9/2026).Marina Carita Pandeglang 

Menurut Syafii, pola pencarian terus dikembangkan berdasarkan hasil evaluasi dan informasi yang diterima dari lapangan. Pada hari pertama, pencarian dilakukan di tiga sektor, kemudian diperluas menjadi lima sektor pada hari kedua.

“Hari ini kita kembangkan sampai di enam sektor dengan sebelas kekuatan kapal,” katanya.

Sebanyak 11 kapal dikerahkan dalam operasi tersebut. Kekuatan pencarian melibatkan kapal KRI TNI Angkatan Laut, kapal kepolisian, serta kapal-kapal yang dimiliki Basarnas wilayah.

Syafii menjelaskan, setiap informasi yang diperoleh dari lapangan akan dikumpulkan di posko gabungan untuk kemudian dibahas melalui rapat koordinasi.

“Setiap informasi apapun akan ditampung di posko ini dan akan dilaksanakan rapat koordinasi. Dan tentunya hasil rapat koordinasi itulah tindakan akan diambil,” jelasnya.

Ia menambahkan, operasi SAR mengacu pada pedoman International Maritime Organization (IMO), dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat.

“Operasi yang dilaksanakan tentunya harus mengikuti rules. Artinya operasi bisa dilaksanakan dengan batasan-batasan safety. Jadi kita akan melaksanakan operasi dengan jaminan safety,” tegas Syafii.

Mengingat kejadian tersebut diawali aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, kondisi vulkanik menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pola operasi. Informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengenai perkembangan erupsi serta informasi cuaca dari BMKG menjadi dasar dalam perencanaan pencarian.

“Karena kejadian ini diawali dari erupsi gunung, yang bisa memberikan informasi update terkait dengan kondisi erupsi adalah teman-teman dari PVMBG,” ujarnya.

Selain menggunakan kekuatan kapal, Basarnas juga memanfaatkan sarana udara untuk membantu pencarian. Namun, kondisi cuaca dan jarak pandang yang terbatas menjadi salah satu kendala.

“Hari ini di sini tadi juga kita dengan sarana udara, kita juga sempat masuk di perairan. Tapi memang kondisi cuaca yang terjadi saat ini jarak pandang memang terbatas,” kata Syafii.

Syafii memastikan hasil pencarian dari setiap sektor akan menjadi bahan laporan ke posko gabungan. Selanjutnya, operasi akan dievaluasi dan dikembangkan berdasarkan informasi terbaru dari lapangan.

“Jadi sebenarnya operasi ini nanti dari hasil operasi akan dievaluasi, dikembangkan, dan di situlah operasi lanjutan akan dilakukan,” pungkasnya.

Hingga Kamis (10/9/2026), tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di enam sektor untuk menemukan lima jurnalis, satu gaet dan dua awak kapal yang masih dalam pencarian. (Red).

Reporter : A Rozak
Redaksi.Bantensuara.com