Tokoh Pemuda Pertanyakan Penugasan Lima Jurnalis yang Hilang Kontak, Minta Keluarga Tetap Tabah
PANDEGLANG | BANTENSUARA.COM — Hilangnya kontak lima jurnalis bersama dua awak kapal di perairan Selat Sunda saat melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) memunculkan pertanyaan terkait tujuan dan status keberangkatan mereka.
Tokoh Pemuda Pandeglang Ilma Fatwa mempertanyakan. Ia menilai penting bagi publik untuk mengetahui apakah keberangkatan kelima jurnalis tersebut diantaranya Muhammad Bagus Khoirunnas (Pewarta foto LKBN Antara Biro Banten), Ari Basuki (Fotografer Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (Yudhis) (Fotografer iNews.id) Firdaus Wadjidi (Daus), (Videografer Anadolu Agency) Donal Husni Jurnalis lepas (freelance), merupakan bagian dari penugasan resmi dari kantor atau perusahaan media masing-masing, atau dilakukan atas inisiatif pribadi. Selain 5 wartawan, 3 Awak Kapal dan Pemandu
Warta (55) – Kapten / Nakhoda kapal
Surakman (60) – Anak buah kapal (ABK), Heriyanto (49) – Pemandu wisata / guide
Menurut Ilma, informasi tersebut penting untuk memperjelas konteks keberangkatan sekaligus mengetahui agenda yang hendak dilakukan para jurnalis sebelum akhirnya dilaporkan hilang kontak.
“Yang perlu dipertanyakan, mereka berangkat itu dalam rangka penugasan dari kantor atau memang keinginan pribadi?” ujar Ilma. Kamis, 10/09/2026. Marina Carita Pandeglang
Ia menilai, apabila keberangkatan dilakukan berdasarkan penugasan resmi, pihak perusahaan media tentu dapat memberikan penjelasan mengenai agenda peliputan, pihak yang memberikan tugas, serta koordinasi yang dilakukan sebelum keberangkatan.
Sebaliknya, jika perjalanan dilakukan atas inisiatif pribadi, informasi tersebut juga penting disampaikan agar tidak muncul asumsi maupun spekulasi mengenai tujuan keberangkatan mereka.
Ilma menegaskan, pertanyaan tersebut bukan dimaksudkan untuk menyudutkan para jurnalis yang saat ini masih dalam proses pencarian. Menurutnya, keselamatan para jurnalis dan awak kapal tetap menjadi hal utama.
Namun, kejelasan mengenai status keberangkatan dinilai penting, terutama karena perjalanan dilakukan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau yang saat ini menjadi perhatian terkait aktivitas vulkanik.
“Ini bukan soal menyalahkan siapa pun. Yang paling utama tentu bagaimana mereka bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Tetapi status penugasannya juga perlu jelas,” katanya.
Ilma juga menyampaikan pesan kepada keluarga para jurnalis dan awak kapal agar tetap bersabar menghadapi situasi tersebut. Ia berharap keluarga terus memanjatkan doa dan menunggu hasil terbaik dari proses pencarian yang sedang dilakukan tim SAR.
“Untuk pihak keluarga, mudah-mudahan tetap bersabar dan terus berdoa. Semoga dari proses pencarian ini ada hasil yang terbaik dan mereka semua bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” ungkapnya.
Menurut Ilma, kejadian tersebut juga semestinya menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan-perusahaan media dalam menjalankan tugas jurnalistik, khususnya menyangkut keselamatan wartawan di lapangan.
Ia berharap setiap perusahaan media tidak hanya memperhatikan aspek pemberitaan dan target peliputan, tetapi juga memastikan kondisi serta keselamatan jurnalis menjadi bagian penting dalam setiap penugasan.
“Ini juga menjadi evaluasi bagi perusahaan-perusahaan media agar ke depan selalu memperhatikan keselamatan para jurnalis dalam menjalankan tugasnya, terutama ketika melakukan peliputan di wilayah yang memiliki risiko keselamatan.” katanya.
Sementara itu, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan dua awak kapal yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Masyarakat berharap operasi pencarian dapat dilakukan secara maksimal dan seluruh jurnalis bersama awak kapal segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Hingga berita ini diturunkan, status keberangkatan kelima jurnalis tersebut, apakah merupakan penugasan resmi dari kantor atau inisiatif pribadi, masih menunggu penjelasan dari pihak media masing-masing. (Red).
Reporter: A Rozak
Redaksi.Bantensuara.com

Zek Permana 
















