Banten Geger, Muncul Dugaan Kasus Pelecehan yang Menyeret Seorang Pejabat
SERANG | BANTENSUARA.COM – Masyarakat Provinsi Banten beberapa waktu terakhir dihebohkan dengan beredarnya informasi mengenai dugaan kasus kawin siri yang diduga melibatkan seorang tokoh politik di Banten. Informasi tersebut mencuat setelah seorang perempuan berinisial IF menyampaikan pengaduan ke Komnas Perempuan pada 6 Juli 2026.
Dalam sejumlah unggahan yang beredar di media sosial, IF mengaku datang ke Komnas Perempuan untuk mencari perlindungan atas persoalan yang dialaminya. Kasus tersebut kemudian menjadi perbincangan di tengah masyarakat, termasuk di kalangan wartawan dan sejumlah pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.
Melalui sebuah video yang sempat diunggah akun TikTok Wanita Pancasila, IF menyampaikan dugaan yang melibatkan seorang tokoh politik di Banten. Selain menyinggung persoalan nafkah, ia juga menyampaikan dugaan adanya tindakan asusila. Namun, hingga kini belum terdapat keterangan resmi dari pihak yang disebut dalam narasi yang beredar tersebut. Belakangan, akun TikTok Wanita Pancasila juga tidak lagi dapat diakses.
Sejumlah wartawan telah berupaya meminta konfirmasi terkait informasi yang beredar. Namun, hingga saat itu belum diperoleh penjelasan resmi. Beberapa pihak yang mengaku dekat dengan tokoh politik yang dimaksud meminta agar publik menunggu klarifikasi lebih lanjut.
Dalam video yang beredar, IF menyampaikan pernyataannya sebagai berikut:
"Saya datang ke Komnas Perempuan untuk pengaduan atas nasib saya. Saya mencari perlindungan. Kejadian ini sudah lama, sudah enam tahun saya berjuang. Saya sudah beberapa kali melakukan mediasi, tapi tidak pernah digubris."
Beberapa waktu kemudian, IF menyampaikan pernyataan berbeda. Melalui video lain, ia menyatakan telah mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan pihak yang menyebarkan video viral yang menampilkan dirinya. Menurutnya, video tersebut merupakan hoaks.
Dalam video tersebut, IF mengatakan:
"Saya Ida Farida, dengan ini saya mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan video viral hoaks di TikTok. Saya didampingi pengacara saya."
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam informasi yang beredar maupun hasil penanganan laporan tersebut oleh aparat penegak hukum. (Red).
Penulis/Editor : A Rozak

Zek Permana 














