Polemik MOU Sampah di Pandeglang Kian Memanas, HMI, IMM Sebar Undangan Aksi dan Konsolidasi.
Pandeglang, bantensuara.com – Polemik Memorandum of Understanding (MoU) terkait pengelolaan sampah di Kabupaten Pandeglang semakin memanas. Setelah menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan, kini beredar selebaran pamflet yang beredar luas di sejumlah grup WhatsApp (WAG). Pamflet tersebut berisi undangan konsolidasi dan seruan aksi dari organisasi mahasiswa.
Dalam pamflet yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat se-Cabang Pandeglang, terdapat ajakan untuk bersama-sama menyikapi persoalan MoU sampah tersebut. Aksi itu rencananya akan digelar pada Rabu, 20 Agustus 2025, dengan membawa sejumlah tagar yang kini ramai diperbincangkan, di antaranya #PandeglangBukanTempatSampah dan #CabutMoUSampah.
Tidak hanya HMI, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pimpinan Cabang Pandeglang juga turut menyuarakan penolakan. Dalam selembaran pamflet yang tersebar, IMM mengusung tema “Pandeglang Karut-Marut” dan mengajak mahasiswa serta masyarakat untuk terlibat dalam aksi seruan bersama. IMM menegaskan tuntutan yang sama, yakni agar Pemerintah Kabupaten Pandeglang segera membatalkan perjanjian kerjasama terkait sampah tersebut.
Rencana aksi yang dijadwalkan serentak pada Rabu, 20 Agustus 2025 itu, diprediksi akan menjadi gelombang aspirasi mahasiswa terbesar dalam beberapa bulan terakhir di Pandeglang. Beredarnya pamflet konsolidasi dari dua organisasi mahasiswa besar ini menandakan bahwa penolakan terhadap MoU sampah semakin meluas dan berpotensi memicu dinamika politik serta sosial di daerah.
Sejumlah aktivis mahasiswa menilai bahwa MoU tersebut tidak berpihak pada kepentingan masyarakat Pandeglang, melainkan justru akan membebani daerah. “Pandeglang tidak bisa dijadikan tempat pembuangan akhir dari kepentingan pihak luar. Kami akan berdiri di garis depan menolak kebijakan ini,” demikian salah satu seruan yang tertulis dalam pamflet aksi.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Pandeglang belum memberikan tanggapan resmi mengenai beredarnya pamflet seruan aksi tersebut. Namun, publik menanti apakah Pemkab akan membuka ruang dialog bersama mahasiswa dan masyarakat, atau tetap melanjutkan kerjasama yang kini menuai polemik.
Situasi semakin dinamis menjelang hari pelaksanaan aksi. Dengan adanya dukungan dari berbagai elemen mahasiswa, polemik MoU sampah di Pandeglang diperkirakan akan terus menjadi sorotan publik hingga ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menjawab tuntutan yang berkembang.(Red/Zak).

Zek Permana 
















