Modus DP Motor, Oknum Yang Mengaku Wartawan diduga Menipu Warga Viral di Medsos
PANDEGLANG, BANTENSUARA.COM – Dugaan penipuan dengan modus pembayaran uang muka atau down payment (DP) sepeda motor mencuat di media sosial. Pengaduan tersebut disampaikan oleh seseorang yang mengaku sebagai korban melalui unggahan di grup Facebook Jiput Menes Pasar.
Dalam unggahannya, pemilik akun Mulyadi Arfin menyampaikan peringatan kepada masyarakat terkait seseorang yang disebutnya telah membawa kabur uang sekitar Rp4 juta.
Pemilik akun menulis dalam bahasa Sunda:
“Bilih aya nu nepo jalmi ie wayah na pang tahanken bae langsung japri ka urang soalna manehna mawa kabur duit urang 4 juta modusna jeng DP motor ka deler sing horeng duitna mah ku manehna te dipake DP tenaon di teanken ka rompokna te aya bae.”
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kurang lebih berarti bahwa korban menuding uang sebesar Rp4 juta yang diberikan untuk DP sepeda motor tidak digunakan sebagaimana tujuan awal. Korban juga menyebut telah mendatangi rumah pihak yang dimaksud, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat.
Saat dihubungi Bantensuara.com melalui WhatsApp, Mulyadi Arfin yang mengaku sebagai korban kemudian memberikan penjelasan mengenai kronologi dugaan tersebut.
Menurut Mulyadi, persoalan bermula ketika dirinya hendak mengajukan pembelian sepeda motor menggunakan namanya sendiri. Namun, pengajuan tersebut tidak dapat dilakukan karena namanya masih digunakan oleh kakaknya dalam pembiayaan kendaraan.
Mulyadi kemudian mengaku ditawari oleh pria yang disebut dalam pengaduannya untuk menggunakan nama yang bersangkutan dalam proses pengajuan kendaraan.
“Kan saya mau ng DP motor ke dealer, mau pakai atas nama saya enggak bisa karena masih dipakai sama teteh saya. Oknum itu tadinya teman kerja di Pandeglang, kerja proyek. Dia menawarkan pakai atas nama dia saja,” ujar Mulyadi melalui WhatsApp.
Mulyadi mengatakan, karena sebelumnya mengenal yang bersangkutan sebagai teman kerja, dirinya mengaku tidak menaruh kecurigaan ketika diminta uang untuk keperluan DP sepeda motor.
“Pas itu minta DP Rp4 juta, saya kasih karena saya tidak curiga,” katanya.
Namun, setelah menunggu sekitar satu minggu, sepeda motor yang diharapkan belum juga diterima. Mulyadi kemudian mendatangi dealer untuk memastikan proses pengajuan kendaraan tersebut.
“Sudah satu minggu motor belum turun. Pas saya ke dealer, ternyata tidak ada atas nama dia di dealer,” ungkapnya.
Mendapati hal tersebut, Mulyadi mengaku kemudian mendatangi rumah pria yang disebut dalam pengaduannya untuk meminta penjelasan. Namun, menurut pengakuannya, yang bersangkutan tidak berada di rumah.
“Sudah saya samperin ke rumahnya, tapi tidak ada sampai sekarang,” ujarnya.
Mulyadi menyebut peristiwa tersebut telah berlangsung sekitar setengah bulan. Ia juga mengaku sempat memperoleh informasi dari ketua RT setempat yang menyebut pria tersebut berada di rumah.
Namun, ketika kembali didatangi, Mulyadi mengaku tidak bertemu dengan orang yang dimaksud.
“Iya, kemarin malam saya dapat info dari RT-nya katanya dia ada di rumah. Pas saya samperin ke rumahnya, tidak ada. Kata orang tuanya belum pulang,” tutur Mulyadi.
Mulyadi juga mengungkapkan bahwa uang Rp4 juta yang diberikan untuk keperluan DP tersebut sebagian diperolehnya melalui pinjaman dari mertuanya.
“Saya bingung, uangnya sudah dapat pinjam dari mertua separuhnya, eh malah dibawa kabur,” katanya.
Atas kejadian tersebut, Mulyadi mengaku tengah mempertimbangkan untuk melaporkan persoalan tersebut kepada pihak berwajib. Namun, ia mengaku terkendala kondisi keuangan.
“Mau laporan ke pihak yang berwajib, posisi saya sekarang tidak ada duit. Tinggal bingungnya saja,” ujarnya.
Dalam unggahan di media sosial tersebut juga terdapat beberapa foto seorang pria serta foto kartu identitas profesi wartawan yang mencantumkan nama Aat Subadri.
Meski demikian, informasi mengenai dugaan tersebut masih sebatas pengaduan dan keterangan dari seseorang yang mengaku sebagai korban. Bantensuara.com belum memperoleh konfirmasi langsung dari pihak yang disebut dalam pengaduan.
Belum diketahui pula apakah perkara tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada pihak kepolisian.
Karena itu, dugaan penipuan tersebut masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait, termasuk pihak yang disebut dalam pengaduan.
Bantensuara.com masih berupaya meminta keterangan dari pihak yang disebut dalam unggahan guna memperoleh informasi yang berimbang mengenai kronologi dan duduk perkara sebenarnya.
Redaksi mengedepankan asas praduga tak bersalah dan memberikan ruang hak jawab kepada pihak yang disebut dalam pemberitaan. (Red).
Penulis/Reporter: A Rozak
Editor : Redaksi.Bantensuara.com

Zek Permana 
















