Puluhan Spanduk Desak Kadinkes Kota Serang Tindak Dugaan Pungli Beasiswa KIP
Kota Serang, Bantensuara.Com – Puluhan spanduk yang terpasang di sejumlah titik strategis di Kota Serang menjadi perhatian publik. Spanduk tersebut terlihat terpasang di depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Serang, di depan RSUD Kota Serang, serta di sekitar area rumah sakit tersebut. Berdasarkan pantauan, jumlah spanduk yang terpasang mencapai lebih dari 15 lembar. 4 Maret 2026.
Dalam spanduk tersebut, mahasiswa mendesak Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Serang untuk memberikan sanksi kepada salah satu pegawai RSUD Kota Serang bernama Nana Suryatna terkait dugaan pungutan liar (pungli) terhadap mahasiswa penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa (4/3/2026), sejumlah mahasiswa dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menyatakan bahwa pemasangan spanduk tersebut merupakan bentuk solidaritas mahasiswa.
Muhammad, mahasiswa UIN yang didampingi beberapa mahasiswa Untirta di sekretariat (beskem) mereka di kawasan KP3B, menyampaikan bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama mahasiswa yang diduga menjadi korban pungli.
“Ini bentuk solidaritas kami sebagai mahasiswa. Kami menilai tindakan tersebut telah mencederai hati mahasiswa karena diduga melakukan pungli terhadap beasiswa KIP. Memang sudah ada dua mahasiswa yang uangnya dikembalikan, tetapi masih ada beberapa mahasiswa lain yang belum menerima pengembalian dan masih merasa dirugikan,” ujarnya.
Mahasiswa mendesak agar Kadinkes Kota Serang memberikan sanksi minimal berupa skorsing sementara guna memastikan adanya tanggung jawab serta pengembalian dana kepada mahasiswa yang merasa dirugikan.
Mereka juga menyampaikan bahwa Lembaga Bantuan Hukum (LBH) DPP PMN telah mengirimkan surat resmi kepada Dinas Kesehatan Kota Serang terkait dugaan tersebut, termasuk dasar aturan mengenai kemungkinan pemberian sanksi kepada yang bersangkutan.
Lebih lanjut, mahasiswa menyatakan akan menggelar aksi lanjutan apabila setelah Lebaran tidak ada penyelesaian yang jelas.
“Jika setelah Lebaran uang mahasiswa belum dikembalikan seluruhnya, kami akan melakukan aksi di Kantor Dinkes Kota Serang. Karena menurut kami Direktur RSUD belum memberikan langkah tegas, maka kami berharap Kadinkes Kota Serang berani mengambil sikap,” tegas Muhammad.
Hingga berita ini disampaikan, pihak RSUD Kota Serang maupun Dinas Kesehatan Kota Serang diharapkan dapat memberikan klarifikasi resmi guna menjaga transparansi serta kepercayaan publik. (Red).
Redaksi.Bantensuara.com

Zek Permana 














