Ratusan Relawan SPPG Yayasan H. Kasmidi, Ikuti Pelatihan Petugas Penjamah Makanan
Pandeglang, Bantensuara.Com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggelar Pelatihan Petugas Penjamah Makanan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan standar higienitas pengolahan makanan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Gedung PKPRI Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Pelatihan ini diikuti sekitar 400 relawan dari delapan dapur yang berada di bawah naungan empat yayasan, yakni Yayasan Daar El-Ulum, Yayasan Toha Asep Suherman, Yayasan H. Kasmidi, dan YPPSDP. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan administratif penting untuk memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat kelayakan operasional dapur.
Perwakilan yayasan, Fahru Rijal, menyampaikan bahwa pelatihan penjamah makanan merupakan bagian krusial dalam memastikan keamanan pangan dan mutu gizi bagi penerima manfaat.
“Pelatihan penjamah makanan ini merupakan bagian dari persyaratan administratif untuk mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sehingga setiap dapur yang beroperasi benar-benar memenuhi standar kelayakan, baik dari sisi kebersihan, keamanan pangan, maupun kualitas gizi,” ujar Fahru Rijal.
Menurutnya, para penjamah makanan memegang peranan strategis sebagai garda terdepan dalam penyajian makanan bergizi. Oleh karena itu, pelatihan difokuskan pada pemahaman prosedur kebersihan, pencegahan kontaminasi silang, serta teknik pengolahan makanan yang menjaga kandungan nutrisi hingga siap dikonsumsi.
Delapan SPPG yang terlibat dalam pelatihan ini tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Menes, Jiput, Cikedal, Pagelaran, Carita, Karangtanjung, Panimbang, dan Cimanuk.
Fahru Rijal menambahkan, pelatihan ini juga menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, yang merupakan salah satu program prioritas nasional.
“Penyaluran perdana direncanakan mulai berjalan pada awal Februari 2026. Beberapa yayasan bahkan sudah menjadwalkan launching dapur masing-masing pada akhir Januari ini,” jelasnya.
Untuk jumlah penerima manfaat, Fahru menyebutkan masih bersifat dinamis dan akan menyesuaikan dengan kesiapan dapur. Namun, untuk beberapa wilayah seperti Karangtanjung, ditargetkan mampu melayani lebih dari 1.000 hingga 1.300 penerima manfaat, dan jumlah tersebut diproyeksikan terus bertambah.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, SPPG berharap seluruh petugas penjamah makanan di Kabupaten Pandeglang dapat menerapkan standar operasional yang ketat dan berkelanjutan, sehingga kualitas kesehatan masyarakat dapat meningkat melalui asupan makanan yang aman, sehat, dan bergizi. (Red).

Zek Permana 














