SPPG Umi Kaisar Pastikan Selama Ramadan, Distribusi MBG Tetap Berjalan
Pandeglang, Bantensuara.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Umi Kaisar menegaskan keseriusannya dalam mengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara profesional, transparan, dan sesuai standar gizi nasional, termasuk selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengawasan ketat terhadap proses produksi, pengemasan, hingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat.
SPPG Dapur Umi Kaisar yang berada di bawah naungan Yayasan Daar El Mustadh’afin tetap menyalurkan paket makanan kering bergizi dengan penyesuaian mekanisme distribusi selama Ramadan tanpa mengurangi kualitas dan kandungan gizi.
Penanggung jawab SPPG Dapur Umi Kaisar Menes, Mega Nurhayati, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 yang diterbitkan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, tentang pelayanan MBG selama Ramadan, Idul Fitri 1447 H/2026 M, serta libur Tahun Baru Imlek 2026.
“Secara prinsip, pelayanan MBG tetap dilaksanakan dengan memperhatikan kecukupan gizi, keamanan pangan, serta penyesuaian waktu konsumsi selama Ramadan. Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Mega, Senin (23/2/2026).
Ia menambahkan bahwa selama Ramadan, distribusi di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat menjalankan ibadah puasa dilakukan dalam bentuk paket makanan kemasan sehat yang diproduksi dan dikemas langsung oleh SPPG.
“Menu yang kami berikan bukan makanan ultra-proses. Komposisi gizinya tetap seimbang sesuai kebutuhan anak, hanya bentuknya disesuaikan agar bisa dikonsumsi saat berbuka,” katanya.
Sementara itu, bagi penerima manfaat non-peserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan, layanan tetap berjalan setiap Senin dan Kamis melalui posyandu atau titik kumpul yang telah disepakati bersama kader di masing-masing wilayah.
Mega juga menyampaikan bahwa terdapat beberapa hari tanpa distribusi, yakni pada 16–17 Februari 2026 (libur Imlek), 18–22 Februari 2026 (awal Ramadan), serta 18–24 Maret 2026 (libur dan cuti bersama Idul Fitri).
“Distribusi khusus Ramadan dimulai serentak pada Senin, 23 Februari 2026, dan kami telah melakukan persiapan sejak jauh hari agar pelaksanaannya tetap optimal,” tambahnya.
Program tersebut mendapat respons positif dari para penerima manfaat. Salah seorang siswi SMP negeri di wilayah distribusi mengaku tetap senang menerima paket MBG selama Ramadan karena dapat dikonsumsi saat berbuka puasa.
“Alhamdulillah, walaupun sedang puasa kami tetap mendapat paket MBG. Menunya sehat dan bisa dimakan saat berbuka,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Citra, warga Kecamatan Menes yang memiliki anak berusia tiga tahun. Ia menyebut paket yang diterima berisi kacang koro, dua buah pir, tiga lembar roti tawar, dan dua kotak susu.
“Anak saya suka. Selain sehat, program ini juga membantu menghemat pengeluaran karena anak jadi tidak jajan sembarangan,” katanya. (Red).
Redaksi.Bantensuara.com

Zek Permana 














